Dua TKW Asal Sumbawa Lolos Dari Hukuman Pancung di Arab Saudi - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 05 Juni 2018

Dua TKW Asal Sumbawa Lolos Dari Hukuman Pancung di Arab Saudi

Masani dan Sumiyati TKW yang Lolos Dari Hukuman Mati di Arab Saudi

Sumbawa Besar, (Sumbawakini)--Dua warga negara Indonesia (WNI) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), lolos dari hukuman mati, setelah pengadilan banding  di Kerajaan Arab Saudi  menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.

Kedua TKW ini masing-masing,  Sumiyati binti Muhammad Amin asal kecamatan Empang, dan Masani binti Syamsuddin Umar Maning, asal dusun Praya, desa Kalimango, kecamatan Alas, Sumbawa. 

Kasus ini bermula saat keduanya ditangkap kepolisian Saudi pada 27 Desember 2014, dengan  tuduhan secara bersama-sama atau bersekongkol melakukan sihir/santet sehingga anak majikannya menderita sakit permanen.

Selain itu, kedua TKW ini juga menghadapi tuduhan bersekongkol membunuh ibu majikan, Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi dengan cara menyuntikkan zat lain dicampur dengan insulin ke tubuh ibu majikan yang menderita diabetes. Campuran itu diduga mengakibatkan korban meninggal.

Atas tuduhan ini,  pada sidang ke-10, pada tanggal 20 Februari 2016, Pengadilan Pidana kota Dawadmi memutuskan perkara kasus sihir dengan menjatuhkan hukuman ta'zir (dera). Masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani.

Menurut orang tua Masani yang didampingi Tamzil Rayes dari  Lembaga Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LPTKI) cabang NTB, Pada persidangan 10 Agustus 2017, Pengadilan memutuskan untuk menolak tuntutan qisas atau hukuman mati terhadap kedua WNI. Alasannya, salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi, di depan persidangan menegaskan mencabut hak tuntutan qisas terhadap kedua WNI tanpa menuntut kompensasi apapun.

Atas putusan tersebut, keluarga lain yang dimotori oleh Fahad al-Otaibi bersikukuh mengajukan banding. Namun Pengadilan Banding pada akhir tahun 2017 menguatkan putusan Pengadilan Pidana Dawadmi yang menolak tuntutan qisas terhadap kedua WNI tersebut.

Sumiyati dan Masani dikabarkan akan tiba di Jakarta pada Rabu 6 Juni 2018, pukul 15.40 dengan pesawat Emirate EK-356. "Kami akan mengantar kedua orang tua Masani ke Lombok Selasa sore ini," ujar Thamzil. (cep)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com