Amman Mineral dan LIPI Kembali Lakukan Penelitian Laut Dalam - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 29 Mei 2018

Amman Mineral dan LIPI Kembali Lakukan Penelitian Laut Dalam

 
 
Benete, 29 Mei 2018 – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Indonesia (LIPI) Jakarta kembali melakukan penelitian lingkungan laut dalam (Deep Sea Survey) di selatan Sumbawa Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai wujud ekomitmen berkelanjutan perusahaan untuk menerapkan standar tinggi dalam pengelolaan lingkungan.

Manager Lingkungan Amman Mineral, Jorina Waworuntu mengatakan kegiatan penelitian ini secara rutin dilakukan setiap lima tahun dan telah dilaksakanan perusahaan sejak 2003. Penelitian laut dalam ini bertujuan untuk memetakan tapak sebaran tailing dan dampak penempatan tailing di dasar laut dalam terhadap ekosistem laut. “Pelaksanaan studi ini adalah salah satu bentuk komitmen Amman Mineral terhadap pengelolaan dan perlindungan lingkungan, secara khusus pengelolaan tailing.”

Kapal Riset Baruna Jaya VIII
Penelitian lingkungan laut dalam akan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu, mulai 20 Mei 2018 hingga 8 Juni 2018 mendatang. Menurut Jorina, data-data dari hasil penelitian akan digunakan untuk memperbaharui potret tapak tailing bawah laut. “Survei ini sekaligus kami lakukan untuk memvalidasi prediksi dalam Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), serta memenuhi persyaratan dan ketentuan perundangan yang berlaku sesuai dengan izin penempatan tailing Amman Mineral,” jelasnya. 

Program sosialisasi kepada masyarakat mengenai penelitian lingkungan laut dalam dilakukan dalam acara Openship yang diselenggarakan pada 25 Mei 2018 dengan memperkenalkan infrastruktur riset di KR Baruna Jaya VIII serta memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah melihat secara langsung Kapal Riset Baruna Jaya VIII yang merupakna milik Pusat Penelitian Oseanografi LIPI (P2O LIPI). Pada kegiatan openship ini Kepala P2O LIPI didampingi oleh para tim peneliti dari P2O LIPI dan Tim lingkungan Amman Mineral memberikan penjelasan kegiatan Survey Laut Dalam kepada pengamat dari  Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kecamatan dan Kepala Desa sekitar tambang, Universitas Cordova dan Universitas Mataram.

Penelitian tahun ini rencananya dilakukan di 63 stasiun pantau dengan kedalaman hingga > 4000 m dpl dan jarak dari pantai ±66 mil laut atau 120 km. Kegiatan penelitian mencakup pengukuran batimetri, arus, kualitas air laut, profil kolom air laut, kimia dan geologi sedimen, plankton, bentos, dan sebagainya.
 
Tentang Amman Mineral Nusa Tenggara
 
Amman Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”) adalah perusahaan tambang Indonesia yang mengoperasikan tambang Batu Hijau. Amman Mineral memiliki beberapa prospek lain yang sangat menjanjikan di area konsesi tembaga dan emas yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tambang Batu Hijau adalah tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia dan merupakan aset berkelas dunia.
 
Pemegang saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah PT Amman Mineral Internasional (82,2%) dan PT Pukuafu Indah (17,8%). PT Amman Mineral Internasional adalah perusahaan Indonesia yang pemegang sahamnya terdiri dari PT AP Investment (50%) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (50%)
 
Amman Mineral telah mendapatkan 3 kali Trofi Aditama untuk Pengelolaan Lingkungan Pertambangan sepanjang periode 2013-2015 dan selama lima tahun berturut–turut Amman Mineral pernah meraih penghargaan Sertifikat Emas di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Pengelolaan Lingkungan. Kami juga pernah meraih penghargaan PROPER Hijau sebanyak 7 kali dan Biru sebanyak 6 kali dari Kementerian Lingkungan Hidup.
 
Amman Mineral juga pernah meraih predikat terbaik kategori “Praktik Terbaik dalam Distribusi Mineral” (The Best Practices in Mineral Distribution) dalam ajang penghargaan tambang bergengsi tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh Sekretariat ASEAN dalam rangkaian ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals di Nay Pyi Taw, Myanmar pada 30 November 2017. (SK1)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com