IJTI NTB Kecam Oknum Pejabat Yang Intimidasi Wartawan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 05 April 2018

IJTI NTB Kecam Oknum Pejabat Yang Intimidasi Wartawan


Mataram, (Sumbawakini)--Perlakuan tidak menyenangkan,  dan dugaan intimidasi yang dilakukan oknum pejabat Pemkot Mataram terhadap wartawan Suara NTB, Muhammad Kasim (Cem), mendapat kecaman keras dari Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesi (IJTI) Nusa Tenggara Barat. 
 
Melalui ketua IJTI NTB, Riadis Sulhi, dengan tegas mengatakan, pihaknya mendukung langkah Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), membantu advokasi  terhadap korban intimidasi tadi, berikut upaya hukum lainnya.
 
Diceritakannya,  saat melakukan kegiatan peliputan di lingkup pemerintah kota Mataram Rabu (04/04), pejabat tersebut menunjukkan sikap  arogansi terhadap jurnalis.  
 
"Kita menyayangkan di era transparansi dan keterbukaan,  masih saja ada  oknum pejabat yang bermental seperti itu. Dia mungkin lupa bahwa,  dia mengemban amanat rakyat, dan wartawan itu adalah mitra untuk menyampaikan informasi ke  publik," ujar Riadis Sulhi.
 
"Tindakan intimidasi dan arogansi itu merupakan warisan feodal yang harus dilawan, tidak boleh ditunjukkan apalagi oleh pejabat yg seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat", lanjutnya. ia

Dia juga menyarankan,  kedua belah sebaiknya duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, maka, korban bisa menempuh langkah hukum untuk memberi efek jera terhadap pejabat tersebut.

" Silahkan kedua belah pihak duduk bersama dengan itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Jika buntu,  maka langkah advokasi harus ditempuh, karena kegiatan jurnalistik untuk mendapatkan informasi publik itu dilindungi undang undang, disisi lain tindakan arogansi dalam bentuk apapun harus dilawan,"  pungkasnya.

Seperti yang dilansir AJI Mataram Rabu siang, kasus yang menimpa Muhammad Kasim terjadi sekitar Pukul 10.25 Wita saat Muhammad Kasim menemui Kabag Infrastruktur dan Kerjasama Setda Kota Mataram, M. Nazarudin Fikri. Anggota AJI Mataram ini ingin mengkonfirmasi soal rendahnya serapan realisasi fisik dan keuangan Pemkot Mataram triwulan pertama.

Muhammad Kasim mengkonfrontir data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), namun reaksi pelaku mulai tidak ramah. "Anda dapat data dari mana itu?," sergah pelaku. "Saya dapat dari data dari web monev LKPP," jawab Cem, sapaan Muhammad Kasim. "Silahkan saja pakai (Data LKPP), saya no comment," timpal Nazarudin dengan nada kasar.

Mendengar jawaban itu, Cem memilih tidak melanjutkan pertanyaan dan  mengakhiri wawancara.

Sekitar lima menit kemudian Cem berkumpul dengan jurnalis lainnya Ali Ma'sum Radar Lombok dan Azizam TVRI NTB.

Rupanya peristiwa berlanjut. Pelaku yang keluar dari ruang rapat, tiba tiba memanggil Cem dengan nada tinggi.

"Saya kaget, tiba tiba ada yang teriak "sini". Awalnya saya ndak ngeh. Saya baru sadar waktu si pelaku ini sudah berhadap hadapan muka dengan Cem. Tangan bapak itu udah ngacung, seperti mau mukul," tutur Ali.

Cem memberi isyarat agar Ali dan Azizam merekam kejadian itu. Cecok tak terelakkan. Bahkan pelaku melontarkan kata kata kasar. "Kamu wartawan bodoh, kamu wartawan banci". Cem menimpali dengan melontarkan kalimat sama, "Kamu itu pejabat bodoh, pejabat banci," ucap Cem. Cekcok mereda setelah keduanya sama sama menjauh dan dilerai oleh Kabag Humas Setda Kota Mataram Lalu Mashun. (Sie Humas IJTI NTB).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com