Taman Kawasan Perkantoran KTC Sumbawa Barat Perlu Penataan ? - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Minggu, 18 Maret 2018

Taman Kawasan Perkantoran KTC Sumbawa Barat Perlu Penataan ?





Sumbawa Barat, (Sumbawakini)--Komplek perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat,  atau yang dikenal dengan kawasan Kemutar Telu Center (KTC),  menjadi salah satu kebanggan warga KSB.

Apiknya penataan bangunan perkantoran dilokasi ini,  memunculkan kesan,  kawasan ini dibangun dengan perencanaan matang.  Dengan luas lahan hampir 50 hektar,  berbentuk persegi delapan, lokasi perkantoran pemerintah Sumbawa Barat ini terlihat begitu asri.

Ada empat bangunan utama yang kerap menjadi perhatian orang yang berada dilokasi ini. Pertama; bangunan Graha Fitrah yang dijadikan kantor bupati dan wakil bupati. Bangunan ini terlihat begitu megah, dan memiliki kelebihan, dimana pada bagian atas kantor tempat bupati dan wakil bupati mengelola Sumbawa Barat, terdapat tempat pendaratan hellycopter.

Dibelakang Graha Fitrah, berdiri Bangunan lantai tiga yang dikenal sebagai kantor Seretariat  Daerah (Setda). Untuk mencapai bagunan tingkat diatasnya, terpasang escalator atau tangga jalan disetiap tingkatnya. 


Bagunan kokoh dengan puluhan ruangan, mulai dari ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Asisten I-III, Kepala Bagian, ruang administrasi, ruang rapat, hingga aula, ada di bangunan ini.

Disebelah kanan jalan, atau tepatnya diseberang jalan halaman Graha Fitrah,  atau persis didepan Graha Fitrah, berdiri Masjid nan megah. Dengan kubah menjulan ke langit,  Masjid ini diberi nama Masjid Agung Darussalam. Keunikannya, masjid ini dikelilingi kolam berukuran besar, sehingga terkesan masjid ini berdiri di atas kolam. Dibagian bawah masjid selain dijadikan tempat berwudu, juga sebagai lokasi parkir kendaraan. 


Bangunan keempat yang selalu menjadi perhatian adalah Tugu Syukur. Berada tepat diantara Graha Fitrah dengan Masjid Agung.  Tugu ini benar-benar berada tepat ditenga kawasan perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, atau jantungnya KTC. 


Tugu yang dibangun dengan anggaran kurang lebih empat milyar ini,  pada bagian atasnya terdapat gumpalan emas berbentuk bola dunia berdiameter 112 cm.  Tugu ini seakan-akan menjadi landmark Sumbawa Barat yang terkenal memiliki kekayaan sumber alam berupa kandungan emas.

Tugu ini akan kelihatan lebih indah pada malam hari. Sinar lampu dan semprotan air mancur yang terlihat seperti menari nari bikin kita betah berlama-lama ditempat ini.

Lokasi yang satu ini nyaris tidak pernah sepi dikunjungi warga pada malam hari. Kebanyakan dari pengunjung menjadikan Tugu Syukur sebagai tempat berselfie ria. "Update setatus nie," ujar seseorang saat melihat warga tengah berselfie ria.

Kawasan KTC dengan segara kelebihannya tentu memilki kekurangan. Mungkin karena luas lahan yang terlalu besar hingga terkadang sangat merepotkan dalam hal pemeliharaan dan penataannya.

Masih banyak lahan disekitar bangunan kantor dibeberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dibiarkan lengang dan terbengkalai. Padahal, jika lahan-lahan ini di tata, KTC pasti akan terlihat lebih indah.

Gampang-gampang susah untuk mewujutkan pemikiran ini. Saya rasa pemerintah daerah pernah memikirkan cara menjadikan lahan-lahan kosong tadi indah dan bermanfaat.

Mari kita coba dengan cara membebankan kepada setiap SKPD untuk menata lahan sekitar  kantor mereka masing-masing.

Apakah lahan-lahan itu akan dijadikan semacam taman bunga, atau semacam kebun yang ditanami berbagai jenis pohon penghasil buah-buahan, atau semacam lahan pertanian dengan menanam aneka jenis sayur-sayuran, atau lahan apotik hidup, semua tergantung dari dinas masing-masing.

Dalam tempo paling lambat tiga tahun, lahan-lahan kosong yang terbengkalai tadi, pasti berubah drastis. Apalagi, jika pimpinan daerah memberikan reword bagi dinas yang berhasil menata lingkunganya.

Pemberian reword ini dilakukan setiap tahun bersamaan dengan Perayaan ulang tahun KSB, atau pada peringatan-peringatan penting bagi pemerintah KSB. Bersambung  
(Acep Suherlan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com