Mutasi Sejumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Sumbawa Melanggar Aturan

Berlian Rayes Sumbawa Besar, (Sumbawakini)--Mutasi ratusan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di lingkungan Pemerintah Daerah Ka...

Berlian Rayes

Sumbawa Besar, (Sumbawakini)--Mutasi ratusan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, Kamis (5/1/18) lalu, menuai kritik pedas dari  salah seorang anggota Dewan Perwakilah Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa.

Berlian Rayes, politisi Partai Golkar yang juga  anggota  komisi II DPRD Sumbawa, Kepada Sumbawakini.com, menilai, mutasi yang digelar kamis lalu sangat kental nuansa politisnya,  asal-asalan, dan menabrak aturan.

"Mutasi kali ini sepertinya dilakukan asal-asalan, tidak melalui pertimbangan matang dan menabrak aturan," ujarnya.

Kata dia, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah, dengan jelas mengatur  persyaratan khusus guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah yaitu, memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah pada jenis dan jenjang yang sesuai dengan pengalamannya sebagai pendidik, yang diterbitkan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan Direktur Jenderal.

Untuk mendapatkan sertifikat tadi, guru yang dipersiapkan menjadi kepala sekolah diberi pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.  Pelatihan itu dilaksanakan  dalam kegiatan tatap muka dalam kurun waktu minimal 100 jam dan praktik pengalaman lapangan dalam kurun waktu minimal selama tiga bulan.

"Menjadi kepala sekolah itu tidak mudah. Tidak asal tunjuk. Ada peraturan Menteri Pendidikan Nasional yang harus dijadikan acuan," sebutnya.

Dalam mutasi Kamis lalu, Berlian menemukan banyak guru yang dilantik sebagai kepala sekolah tetapi  tidak memiliki sertifikat. 

"Kenapa guru yang jelas-jelas sudah mengantongi sertifikat tidak dilantik sebagai kepala sekolah, yang dilantik justeru guru yang belum memenuhi syarat alias tidak memiliki sertifikat," tanyanya.

Jika seorang guru direkrut menjadi kepala sekolah tanpa sertifikat dan belum mengikuti diklat alias melalui proses  sim salabim,  jangan heran pelantikan itu seperti dalam atraksi sulap.  

"Barangkali tidak salah jika ada sebagian orang yang mempertanyakan akan kewenangan dan kelayakan yang bersangkutan".

Dalam Permen Dinas ini juga menyatakan, jabatan kepala sekolah maksimal selama dua priode, dimana satu priodenya selama empat tahun.

Apabila selama dua priode tidak menunjukkan pretasi, maka harus diberhentikan atau dikembalikan sebagai guru biasa.

Sedangkan, apabila kepala sekolah tadi berprestasi, setelah menjabat selama delapan tahun atau dua priode, Kepala Sekolah tersebut bisa ditambah lagi satu priode, atau 12 tahun, tetapi  harus dipindahkan ke sekolah yang lebih kecil akreditasinya, atau dikembalikan sebagai guru biasa.  

Yang terjadi sekarang ini, masih banyak kepala sekolah yang sudah melampoi masa jabatannya.
 "Ini juga melanggar aturan menteri," ungkapnya.

Sekretaris fraksi Golkar ini menyarankan,  sebaiknya mutasi guru dan kepsek itu lebih ditekankan pada aspek prestasi dan dedikasi serta integritas sebagai Aparat Sipil Negara (ASN).
Posisi guru dan kepsek itu sangan penting dan strategis bagi masa depan Sumber Daya Manusia (SDM),dan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Sumbawa.

"Saya sarankan,  Pemda Sumbawa harus berhati bijak dan mengacu pada kepada aturan yang ada," pintanya. (cep) 

Berita Terkait

SUMBAWA KINI 8862789607380120103

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com

emo-but-icon

Sumbawa Kini

adv

adv

Adv

Adv

Advertorial

Advertorial

Adv

Adv

Adv

Adv

iklan

iklan

Advertorial

Advertorial

Adv

Adv

Advertorial

Advertorial

Advertorial

Advertorial

Advertorial

Advertorial

ADV

ADV

iklan

iklan

Berita Populer

item