Bupati Dukung KSB Jadi Kabupaten Layak Anak - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 14 Desember 2017

Bupati Dukung KSB Jadi Kabupaten Layak Anak


Sumbawa Barat, (Sumbawakini)-- Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M menegaskan Pemerintah Daerah sangat mendukung Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Dijelaskan Bupati, untuk menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak ada 31 indikator yang harus dipenuhi. Dari 31 indikator tersebut kemudian tergabung dalam enam klaster utama, yakni pertama, kelembagaan. Kedua, hak sipil kebebasan. Ketiga, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Keempat, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Kelima pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan keenam, perlindungan khusus.

Secara umum indikator tersebut telah dipenuhi, bupati pun mencontohkan di KSB telah memiliki Lembaga Perlindungan Anak (LPA). Kemudian Pemda telah membangun taman dan panggung bermain bagi anak seperti taman Tiangnam. Penyediaan taman baca atau perpusataan keliling. Telah berdirinya PAUD Holistic Integratif, kemudian pemenuhan akta kelahiran di Disdukcapil dan banyak dukungan lainnya yang telah terpenuhi. ‘’Pemda sangat mendukung dan sudah mendukung dengan pemenuhan sejumlah indikator untuk menjadi KLA,” kata Bupati pada kegiatan Sosialisasi KSB menjadi Kabupaten Layak Anak di central/kediaman Bupati, Rabu pagi (13/12/2017).

Bupati pun meminta kepada Dinas P2KBP3A (Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) sebagai ujung tombak pemenuhan KSB sebagai KLA untuk memanfaatkan sarana yang telah ada untuk secara terus dan menyeluruh bekerjasama dengan stakeholders mensukseskan KSB menjadi KLA.

Plt. Kepala Dinas P2KBP3A, Muhammad Suharno, S.Sos dalam laporannya mengatakan, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan Dinas P2KBP3A untuk mendukung KSB menjadi KLA. Suharno menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan aalah, pertama, sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini. Kedua pendampingan kepada keluarga. Ketiga pendampingan terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.

Kemudian, membangun kerjasama dengan stakeholders yang konsen dengan perempuan dan anak, seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Polres Sumbawa Barat, Lembaga Perlindungan Anak dan lainnya. Pemahaman tugas dan fungsi keluarga dalam hal ini peran bapak dan ibu dalam mendidik anak dan berbagai kegiatan lainnya.(jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com