85 persen peserta Mogok Ambil Ful Uang Pesangon - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 28 November 2017

85 persen peserta Mogok Ambil Ful Uang Pesangon


Abdul Hamid, Kadis Nakertran KSB

Sumbawa Barat, (Sumbawakini)--Dari sekitar 600 buruh tambang emas dan tembaga Batu Hijau yang melakukan aksi mogok kerja, 85 persen mengiginkan uang pesangon di terimah penuh.

bahasa ini dilontarkan kepala dinas Tenaga kerja dan Tranmigrasi Sumbawa Barat, Abdul Hamid M.Pd saat diwawancarai sejumlah wartawan. Menurutnya, sudah ada kesepakatan antara peserta mogok dengan perusahaan.

Aksi mogok terjadi karena pihak management baru membayar 60 persen uang pesangon, sementara sisanya yang 40 persen inilah yang dituntut untuk segera dibayar lunas.

Dinas telah melakukan upaya negosiasi dengan karyawan dan perusahaan. "Kepada pihak managemen kami katakan orang yang sudah tidak punya kenyamanan bekerja jangan ditahan-tahan seperti ini," ujarnya.

Seperti diberitakan, Mogok ini mulai berakhir setelah pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) menawarkan dua opsi kepada karyawan yang mogok.  Opsi pertema, perusahaan akan memberikan seluruh uang sisa pesangon kepada karyawan yang mengikuti program Restrukturisasi Tenaga Kerja  (RTK) dengan catatan, yang pembayaran pesangonnya penuh tidak dapat dipekerjakan kembali selama dua tahun berikutnya pada setiap morganisasi Amman Mineral Group dan Sub-kontraktornya, atau mitra bisnis yang bekerja di Sumbawa Barat, atau site Batu Hijau.

Opsi kedua, bagi karyawan yang berpartisifasi dalam program RTK dan juga ingin tetap bekerja di Sumbawa Barat, (berhubungan dengan site Batu Hijau atau dengan Amman Mineral Group, melalui sub-kontraktor/ mitra bisnis) hanya akan menerima pembayaran secara bertahap, tanpa kecuali. (bet)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com