Wabup : Harus Ada Formulasi Bersama Bangun Pariwisata KSB - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 23 Oktober 2017

Wabup : Harus Ada Formulasi Bersama Bangun Pariwisata KSB


Sumbawa Barat, (Sumbawakini) —Banyak faktor penghambat lambannya perkembangan pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat. Seluruh pihak pun diharapkan partisipasi dan kesadarannya membantu pemerintah daerah membangun pariwisata KSB.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Hotel Ifa, Senin pagi (23/10/2017). Hadir pada FGD ini, Asisten II Setda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si. Anggota DPRD KSB, Mustakim Patawari, para Camat dan pejabat lainnya. Disbudpar KSB menghadirkan praktisi dan akademisi pariwisata dari Mataram. FGD ini dimaksudkan untuk mencari cara pengembangan pariwisata di KSB.

Wakil Bupati menjelaskan, perkembangan pariwisata KSB tidak bisa disamakan dengan pesatnya pariwisata Bali. Pariwisata di Bali sangat didukung oleh Agama dan budayanya. Sementara di KSB akan bertentangan dengan agama dan budaya masyarakat. Objek wisata Kertasari, Lalar atau Jelenga bagus tetapi bertentangan dengan agama dan budaya. ‘’Misal, bula pengen ada kafe, tapi ustadz tidak ingin ada kafe,” kata Wakil Bupati.

Karenanya, perlu ada pemikiran atau  upaya bersama untuk membangun pariwisata di KSB. Diharapkan dari FGD ini ada masukan yang baik untuk pemerintah daerah agar pimpinan daerah dapat memformulasikan aturan yang sangat tepat dalam mendukung pembangunan pariwisata di KSB. ‘’Kesadaran kita semua harus dibangun, investor pariwisata harus dipermudah. Camat yang memiliki objek pariwisata juga agar mengembangkan wilayahnya, kita harus kerja bersama membangun pariwisata kita,” imbuh Wakil Bupati. (jon)l Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Hotel Ifa, Senin pagi (23/10/2017). Hadir pada FGD ini, Asisten II Setda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si. Anggota DPRD KSB, Mustakim Patawari, para Camat dan pejabat lainnya. Disbudpar KSB menghadirkan praktisi dan akademisi pariwisata dari Mataram. FGD ini dimaksudkan untuk mencari cara pengembangan pariwisata di KSB.

Wakil Bupati menjelaskan, perkembangan pariwisata KSB tidak bisa disamakan dengan pesatnya pariwisata Bali. Pariwisata di Bali sangat didukung oleh Agama dan budayanya. Sementara di KSB akan bertentangan dengan agama dan budaya masyarakat. Objek wisata Kertasari, Lalar atau Jelenga bagus tetapi bertentangan dengan agama dan budaya. ‘’Pertentangan itu misalnya, satu pihak pengen ada kafe, tapi ustadz tidak ingin ada kafe, itukan namanya bertentangan” kata Wakil Bupati.

Karenanya, perlu ada pemikiran atau  upaya bersama untuk membangun pariwisata di KSB. Diharapkan dari FGD ini ada masukan yang baik untuk pemerintah daerah agar pimpinan daerah dapat memformulasikan aturan yang sangat tepat dalam mendukung pembangunan pariwisata di KSB. ‘’Kesadaran kita semua harus dibangun, investor pariwisata harus dipermudah. Camat yang memiliki objek pariwisata juga agar mengembangkan wilayahnya, kita harus kerja bersama membangun pariwisata kita,” imbuh Wakil Bupati. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com