Pengiriman Tenaga Kerja keTimur Tengah Tutup, TKW 'Serbu' Asia Fasifik - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Rabu, 11 Oktober 2017

Pengiriman Tenaga Kerja keTimur Tengah Tutup, TKW 'Serbu' Asia Fasifik


Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Moratorium atau bpenghentian sementara pengiriman tenaga kerja ke 22 negara Timur Tengah hingga kini belum dicabut oleh pemerintah Republik Indonesia. 

Kendati demikian, tidak mengendorkan semangat warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mengadu nasib ke luar negeri, dengan tujuan negara-negara di Asia. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) KSB melalui Kepala Bidang Pelatihan Produktiftas dan Penempatan Tenaga Kerja (Lattas Penta), Taufiq Hikmawan mengatakan, ribuan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berangkat ke luar negeri itu didorong oleh niat memperbaiki ekonomi keluarga.

Berdasarkan angka yang berhasil didata oleh Disnakertrans, bulan Juli tahun 2016 lalu merupakan angka keberangkatan TKW paling banyak yang mencapai 103 orang. Sedangkan pada bulan-bulan lainnya hingga per September tahun 2017 ini, hanya mencapai puluhan orang

Data yang ada di Dinas,  tercatat 820 tenaga kerja asal KSB bekerja di luar negeri dengan rincian TKW sebanyak 795 dan TKI sebanyak 25 orang. 

"Untuk tahum 2017 hingga bulan September, sudah mencapai 516 orang dengan rincian TKW sebanyak 495 dan TKI  21 orang.

Ada dua negara di Asia yang paling banyak diminati tenaga kerja  asal KSB yaitu, Brunai Darussalam dan Hongkong. 

Taufiq menegaskan, para tenaga kerja yang bekerja di luar negeri itu terdaftar dalam Elektronik Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (E-KTKLN). Dalam aplikasi data elektro itu, semuanya lengkap. Data alamat majikan si tenaga kerja, tahun keberangkat hingga expired date (masa habis kontrak, red).

Masih kata, kalau ada TKW yang berangkat ke Timur Tengah diatas tahun 2015, maka itu dipastikan tenaga kerja illegal, dan bisa jadi mereka-mereka itu menjadi korban perdagangan manusia atau human traficking. 

"Praktek illegal itu hingga saat ini masih terjadi. Kalau kedepatan, perusahaan yang memberangkatkan akan kena hukuman pidana  dan ijin  operasional bisa dicabut," ujarnya. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com