Wooww, KSB Alokasikan 672 Milyar Untuk Pengentasan Kemiskinan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 03 Agustus 2017

Wooww, KSB Alokasikan 672 Milyar Untuk Pengentasan Kemiskinan

dr. Syaifuddin Kepala Bappeda dan Litbang KSB

Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dibawah kepemimpinan Bupati Dr. W. Musyafirin dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin ST, memberi perhatian khusus terhadap program penanggulangan kemiskinan.

Untuk mewujudkan program tersebut, pemerintah KSB mengalokasikan dana sangat fantastis pada tahun 2017 ini sebesar Rp 672 Milyar.

Anggran sebesar 672 Milyar tersebut nyantol di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diantaranya, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) sebesar Rp Rp 41 milyar, Dinas Kesehatan Rp 60 milyar, Rumah Sakit Umum Rp 22 milyar.

Pada Tahun anggaran 2017 ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Pemukiman (DPUPRPP) mendapat porsi terbesar dengan anggaran mencapai Rp 441 milyar, melonjak drastis dari tahun 2016 hanya 31 milyar.

Sementara untuk SKPD lainnya, mendapat anggaran berpariasi,  Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) sebanyak Rp 115 juta, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPM-Pemdes) sebanyak Rp 7 M, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Tanbunnak) sebanyak Rp 44 milyar.

Untuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar)  Rp 4 milyar, Dinas Kelautan dan Perikanan (Kanlut) Rp 25 Milyar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Rp 14 M Dinas Sosial sebanyak Rp 2 M, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) sebanyak Rp 728 juta, dan terakhir Dinas Ketahanan Pangan (Ketapan) sebanyak Rp 4 Milyar. 

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Sumbawa Barat, dr. H Syaifuddin kepada media mengatakan, Pemda Sumbawa Barat sengaja memberikan porsi anggaran besar untuk Dinas Pekerjaan Umum.

Pemerintah ingin memperbaiki sarana infrastruktur lebih dulu untuk mempermudah mobilisasi, melancarkan arus transportasi,  dan percepatan perputaran ekonomi warga.

"Infrastruktur memiliki paranan penting sebagai salah satu roda penggerak ekonomi. Logikanya, jalan bagus dan maksimal, maka ekonomi pasti menggeliat," ujarnya.

H. Syaifuddin juga mengatakan, gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu desa maupun kota tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur. Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi fondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya.

"Kalau jalan sudah bagus, Insya Allah hal lainnya akan mengikuti," paparnya.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan tahun 2017 ini betul-betul dikeroyok oleh SKPD melalui daftar anggaran yang mereka miliki. Terutama dua kartu sakti yaitu Kartu Pariri dan Bariri yang nyantol di beberapa dinas. Bariri nelayan, bariri tani, bariri ternak bariri UMKM, pariri lansia dan disabilitas.

"Pemkab bertekad angka kemiskinan bisa turun drastis dengan alokasi anggaran sebesar itu", sebut dr Syaifuddin.  (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com