Proyek Perbaikan Jalan Senilai 19 Milyar Dikerjakan Asal-Asalan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Rabu, 02 Agustus 2017

Proyek Perbaikan Jalan Senilai 19 Milyar Dikerjakan Asal-Asalan

Pemasangan Geotextile Tanpa di Jahit


Proyek jalan negara di kecamatan Alas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, senilai 19 Milyar lebih dikerjakan asal-asalan.

Proyek sepanjang 1,5 kilometer, dengan nama  Paket Preservasi Rekonstruksi Jalan Simpang Negara Batas Kota Sumbawa Besar dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Nusantara.

Hasil investigasi dilapangan, pemasangan geotextile (terpal penahan air) dipasang begitu saja tanpa dijahit terlebih dahulu. 

 Padahal, dalam aturannya, kedua lembar terpal ini, sebelum ditimbun menggunakan material harus disambung dengan cara di jahit, agar air dari bawah tidak merembes kedalam timbunan melalui celah sambungan.

Begitu juga dengan pemasangan geotextile pada bagian samping galian. Pada proyek ini, geotex dipasang rata dengan timbunan sehingga rawan rebesan air.

Dalam aturan tehnis, Pemasangan geotextile dilakukan dengan maksud memberi batasan lapisan antara tanah dasar dengan tanah timbunan. Tujuannya agar, air di bawah geotex tidak naik ke material timbunan diatasnya.

Pantauan dilapangan, Selasa (1/8) sore, penimbunan sedang dilakukan, terlihat jelas pada bagian ujung terpal yang belum ditimbun  material  dalam keadaan tidak terjahit. 

Mujahiddin, kepala Pelaksana proyek yang ditemui dilokasi terlihat sedikit kebingungan saat diminta untuk mengangkat terpal dibawah timbunan material.

Dia berdalih, terpal atau geotextile yang sudah ditimbun akan dibongkar kembali untuk dijahit.

"Timbunan ini hanya sementara, nanti akan kami bongkar kembali," ujarnya berkilah, padahal timbunan tadi sudah hampir selesai dikerjakan.

Muhajirin mengakui,  pemasangan geotextile yang benar adalah dengan cara dijahit pada bagian sambungan kedua lembar terpal agar rembesan air tidak masuk melalui celah terpal.

"Tehnis  pemasangannya,  geotex harus dijahit hingga seberapa panjang maksimal dari geotex yang dipasang,"  akunya.

geotex disambung menggunakan benang,  dengan menggunakan mesin jahit.  Tujuannya agar air tidak bisa merembes kedalam timbunan, katanya.

"Dari 1,5 Kilometer, pemasangan geotex hanya untuk satu kilometer saja," ujar Mujahiddin.

Diduga, seluruh pemasangan geotex sepanjang satu kilometer dikerjakan dengan cara yang sama.  (Acep Suherlan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com