Pelaksana Proyek Jalan Negara Bantah Geotextile Tidak Dijahit - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 04 Agustus 2017

Pelaksana Proyek Jalan Negara Bantah Geotextile Tidak Dijahit

Proses penjaitansambungan geotextile pada bagian tengah

Sumbawa, (sumbawakini)--Pelaksana proyek jalan negara sepanjang 1,5 Kilometer di desa Labuhan Alas, kecamatan Alas, Sumbawa Nusa Tenggara Barat, membantah pihaknya menlakukan pekerjaan asal-asalan.

Bantahan ini disampaikan oleh Admin teknik proyek  paket preservasi rekonstruksi jalan simpang negara  batas kota Sumbawa Besar,  Imanuddin ST.

Menurut Imanuddin,  seluruh pengerjaan dilakukan sesuai aturan teknis pekerjaan, termasuk pemasangan geotextile, "Pada saat pengerjaan, seluruh geotextile, baik pada sambungan tengah, juga pada sambungan pingir seluruhnya dijahit," sebutnya.

Dia mengakui, pada saat wartawan berada di lokasi pekerjaan, pihaknya belum menjahit geotextile tadi, namun telah dilakukan overlap. "Overlap ini berfungsi sebagai titik pertemuan jahit dan bukan berarti  akan ditempatkan begitu saja," ujarnya. 

Pada saat itu, timbunan belum dilakukan pemadatan. Pelaksanaan penimbunan dilapangan hanya untuk diturunkan dari dump truk, akan tetapi pada daerah timbunan tersebut, geotextile sudah dijahit.

Timbunan tersebut diperlukan untuk menghindari kontak langsung antara alat perata dengan geotextile. Langkah ini dilakukan agar geotex tidak robek pada saat dilakukan perataan kedaerah lokasi timbunan yang baru.

Imanuddin menjelaskan, mengingat penimbunan dilakukan hanya dari center line jalan,  maka secara visual akan terlihat bahwa pelaksanaan pemasangan geotextile pasti tidak akan dijahit.

Timbunan yang ada tersebut tetap akan dilakukan perataan dan bukan dalam artian dilakukan pembongkaran. "Menurut kami, barang yang dibongkar adalah barang yang telah dilakukan proses penimbunan sekaligus pemadatan total," katanya.  

Tetapi, dengan adanya pertimbangan penilaian terhadap pekerjaan tersebut terjadi kesalahan, maka dilakukan proses bongkar. 

"Jadi dapat dikatakan, kesalahan dalam penyampaian bahasa oleh pihak kami saat diwawancarai wartawan, ujar Imanuddin. (Acep Suherlan) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com