Gawat!!!, Seluruh Desa di KSB Terancam Gagal Terima Dana Desa - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 08 Agustus 2017

Gawat!!!, Seluruh Desa di KSB Terancam Gagal Terima Dana Desa

Wabup kumpulkan seluruh kades se KSB

Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Pencairan Dana Desa (DD) tahap kedua untuk seluruh desa di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, terancam  tidak dikucurkan oleh pemerintah pusat.

Pasalnya, dari 57 desa di KSB, 15 diantaranya belum menyerahkan lapora realisasi penerimaan DD tahap pertama ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-Pemdes) setempat.

Melihat adanya gelagat yang kurang baik ini, Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST langsung turun tangan  mengumpulkan semua kepala desa se-KSB di  aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Selasa pagi 8 Agustus 2017.

Dihadapan seluruh kepala desa, bupati mengabsen dan menanyakan satu persatu Kades, prihal apa yang menjadi sebab sehingga laporan tersebut belum bisa diselesaikan. Wabup meminta komitmen 15 kepala desa  untuk segera menyelesaikan laporannya sebelum deadline yang ditetapkan.

Menurutnya, jika ke-15 desa itu tidak menyelesaikan dan DPMPD tidak menginput laporan ke aplikasi pelaporan di Kementerian Desa sampai tanggal 22 Agustus mendatang, maka puluhan desa lainnya akan menjadi korban karena DD tahap kedua tidak akan dicairkan oleh pemerintah pusat a;ias hangus.

"11 agustus 2017 mendatang, waktu deadlinenya. Selanjutnya tanggal 14 agustus semua pelaporan itu masuk ke aplikasi DPM-Pemdes," terangnya.

Pada kesempatan itu, Wabup Fud mengigatkan pada semua kepala desa, bahwa persoalan DD merupakan persoalan kollektive. Pasalnya, jika satu desa bermasalah, maka desa lainnya akan merasakan dampaknya.

Untuk itu, Wabup berharap agar laporannya segera dan segera diselsaikan, agar DD tahap kedua bisa ditransfer dan dipergunakan untuk pembangunan desa.

Terkait desa yang belum melakukan pencairan DD tahap pertama, wabup mengakui sebelumnya ada tiga desa yang belum melakukan pencairan. Tiga desa itu adalah, Desa Belo Kecamatan Jereweh, Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang dan Desa Seminar Salit, Kecamatan Brang Rea. Dari ketiga desa itu, dua desa sudah selesai prosesnya dan DD tahap pertama sudah dicairkan.

"Sedangkan untuk Desa Seminar Salit sudah tidak mungkin untuk dilakukan pencairan, maka laporan realisasinya disampaikan nihil saja. Intinya harus ada laporan, jadi proses pencairan tahap kedua bisa dilaksanakan," demikian Wabup Fud Syaifuddin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada DPM-Pemdes, Syaifullah S. Stp menguatkan apa yang disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat itu.

"Kalau laporan realisasi penggunaan Dana Desa (DD) tahap pertama tidak selesai, maka terancam juga DD tahap kedua," katanya pada media.

Bagi desa yang belum menyelesaikan laporan DDnya, kata dia, paling telah haru  tanggal 14 Agustus mendatang harus sudah masuk. Setelah itu, pihak dinas akan mengolah data tersebut lalu diserahkan ke Dinas Pendapatan.

Nantinya, Dinas  Pendapatan yang menginput laporan realisasi DD tahap pertama tersebut melalui aplikasi Om Span. Aplikasi tersebut dari KPPN.

"KPPN paling telat menerima laporan DD, tanggal 22 agustus 2017," tandasnya.

Sebenarnya, tambah Kabid pemdes, laporan realisasi penggunaan keuangan Dana Desa (DD) tahap pertama diminta oleh Mentri Keuangan pada 31 juli 2017 lalu. Tapi, kebijakan itu berubah setelah Mentri Desa melobi Mentri Keuangan untuk merubah kebijakannya menjadi tanggal 22 agustus. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com