Buru Demo PT AMNT dan PT BHJ - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 21 Agustus 2017

Buru Demo PT AMNT dan PT BHJ


Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Sejumlah buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Cabang Sumbawa Barat menggelar aksi protes terhadap kebijakan yang diterapkan oleh  PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) management PT Bumi Harapan Jaya (BHJ).

Kedua perusahaan ini dianggap  telah menyengsarakan dan menelantarkan para buruh, seperti yang disuarakan  Kordinator aksi Unang Silatang. Dalam orasinya, Unang  meminta kepada dinas terkait dan DPRD untuk menuntaskan persoalan PT BHJ secara cepat baik itu masalah pembayaran gaji, kenaikan status menjadi PKWTT dan hak kelebihan jam kerja atau lembur.

Selama ini, karyawan di PT tersebut (BHJ), sudah bekerja selama lima tahun tanpa ada istirahat dan tidak diberikan gaji sesuai dengan apa yang diharapkan. Belum lagi dengan adanya program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT BHJ belum lama ini dianggap sudah membuat para buruh ini semakin sengsara.

Dalam aksinya, mereka membagikan selebaran tentang apa yang menjadi tuntutan masa aksi. Dalam aksi tersebut juga, terlihat puluhan anggota Polres dan Sat Pol PP setempat melakukan pengamanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Senin (21/8) kemarin.

"Kita minta kepada Disnaker dan DPRD merespon persoalan ini dengan serius. karena DPRD dan Dinas terkait merupakan legitimasi negara dalam menyikapi masalah ini," terangnya.

Dia menambahkan, selain masalah BHJ, pihaknya juga meminta kepada dinas terkait untuk bisa melakukan pengawasan ekstra terhadap pola kemitraan yang dilakukan oleh PT AMNT bersama dengan Mac Mahon. Hal tersebut diatensikan jangan sampai dalam perjalanan nantinya dalam perekrutan tenaga kerja dilakukan secara sepihak oleh managemen PT yang mengakibatkan para pekerja lokal tidak mendapatkan kesempatan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada DPRD untuk bisa membentuk Pansus ketenagakerjaan terkait masalah PT AMNT ini. Sehingga dalam praktek nantinya tidak ada yang merasa dirugikan. Apalagi selama ini perusahaan dianggap sangat tertutup serta ada indikasi kejanggalan dalam proses kerjasama dengan Mac Mahon.

 "Kami anggap pola kemitraan antara PT AMNT dan Mac Mahon sangat tertutup dan banyak kejanggalan, sehingga kami mendesak kepada DPRD untuk segera membentuk Pansus terkait ketenagakerjaan yang ada di PT tersebut," ungkapnya.

Selain itu lanjut Unang, pihaknya juga sangat mengharapkan dinas terkait supaya lebih mengawasi program efisiensi karyawan yang dilakukan oleh PT AMNT atau perusahaan subkon lainnya jangan sampai ada upaya intimidasi dalam program tersebut. Karena apabila hal tersebut ditemukan di lapangan, maka sudah sangat menyalahi aturan perundang-undangan yang ada. Sedangkan untuk proses rekrutmen tenaga kerja yang baru, pihaknya juga meminta kepada dinas terkait untuk bisa lebih intens mengawasi. Jangan sampai kegiatan rekrutmen tersebut sifatnya hanya sebagai formalitas semata melainkan harus sesuai dengan formasi tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Kami minta kepada dinas terkait dan DPRD bisa menyikapi masalah ini dengan serius. Karena apabila masalah ini dibiarkan begitu saja maka buruhlah yang akan merasakan dampaknya," tukasnya.

Menanggpi apa yang menjadi tuntutan masa aksi, kepala Disnakertrans melalui Kabid Hubungan Industrial (HI) Drs. Zainuddin Har, MM mengatakan, apa yang menjadi tuntutan para masa aksi tetap akan diperhatikan dan akan ditindak lanjuti. Tentu dalam menyikapi masalah ini tetap akan membutuhkan proses yang cukup panjang, tidak bisa ditentukan dengan waktu yang singkat. Apa yang menjadi tuntutan tersebut juga, tetap akan menjadi atensi dinas terkait.

Sementara terkait dengan apa yang terjadi di PT BHJ, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan secara tertulis dan sampai dengan saat ini masih menunggu penjelasan dari PT tersebut. Sementara terkait dengan program yang ada di PT AMNT, dinas terkait juga sudah melayangkan surat, tetapi belum ada respon yang fositive dari management untuk diproses.

"Apa yang menjadi tuntutan SBSI akan menjadi langkah berharga bagi kami untuk menindak lanjutinya. Bahkan kami tetap akan memproses ini secara tegas sesuai dengan bukti yang berikan ke kami," Janjinya. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com