Bupati Minta DPM-PTSP Maksimalkan Layanan Perizinan, Hindari Korupsi dan Pungli - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Rabu, 30 Agustus 2017

Bupati Minta DPM-PTSP Maksimalkan Layanan Perizinan, Hindari Korupsi dan Pungli



Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa Barat harus memaksimalkan pelayanan perizinan. Namun,  praktik korupsi dan pungutan liar harus dihindari.

Hal tersebut ditekankan Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin M.M dalam sambutannya membuka workshop Penguatan Koordinasi dan Kerjasama Penanaman Modal Instansi Pemerintah dan Dunia Usaha di KSB, Rabu pagi (30/08/2017).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Royal dihadiri manajemen PT. AMNT, kepala perbankan dan para pelaku usaha  di KSB.

Dikatakan Bupati, Presiden Joko Widodo sering membahas masalah perizinan. Presiden menekankan agar layanan perizinan investasi lebih dipermudah bukan hitungan hari, minggu bahkan bulan tetapi hitungan jam. Karena pelayanan perizinan yang memakan waktu lama adalah masalah. Perubahan di dunia usaha perubahannya begitu cepat, karenanya perubahan di dunia pelayanan pun harus lebih maksimal mengikuti perubahan itu.

Perizinan dari kabupaten hingga desa ada standar dan aturan karena berada dalam sistem. Namun jangan sampai karena ada aturan menjadikan pelayanan perizinan dipersulit. Jangan ada rasa suka atau tidak suka.

"Pelaku usaha silahkan tuntut layanan terbaik karena kami adalah pelayan masyarakat. Tetapi jangan memberi imbalan karena akan menjerumuskan kami sebagai pelayan masyarakat. Yang menangani perizinan juga jangan meminta, hindari korupsi dan pungli," imbuh Bupati

Bupati juga meminta Kepolisian untuk maksimal dalam menjaga keamanan dan mempertahankan predikat zero horizontal conflict di KSB. Selain itu, masyarakat juga harus menciptakan keamanan dan kenyamanan sehingga pelaku usaha, investor merasa nyaman menjalankan usahanya di KSB. Dengan demikian percepatan pembangunan dan mensejahterakan rakyat akan cepat tercapai.

Kepala DPMPTSP KSB, Drs. Najamuddin, M.M dalam laporannya menyampaikan, investasi di KSB masih didominasi perusahaan tambang, pariwisata, sektor kelautan dan perikanan, perkebunan dan perdagangan. Namun kendala utama dalam perizinan adalah lamanya waktu pelayanan, terlebih beberapa sektor diambil alih oleh Provinsi. Beberapa perizinan membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan hingga hitungan bulan.

DPMPTSP KSB sebagai unit layanan perizinan berkomitmen bebas korupsi dan pungli. Tahun 2018 DPMPTSP KSB ditargetkan, sebagai zona hijau pelayanan investasi. ‘’Kami menanamkan tekat IJS (Ikhlas, Jujur, Sungguh-Sungguh), menyatakan sanggup memberikan layanan perizinan dan non perizinan secara akuntabel bebas Pungli,” katanya.

Pembukaan workshop ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan maklumat pelayanan DPMPTSP KSB bersama dinas lainnya. Kemudian penandatanganan kerjasama  PT. Alfaria Trijaya, Tbk. dengan UMKM yang ada di KSB. Bentuk kerjasamanya adalah  outlet Alfamart di KSB akan membeli produk UMKM dan memasarkannya ke konsumen. DPMPTSP juga akan membahas rencana investasi PT Lembu Nusantara Wijaya yang akan berinvestasi di KSB dalam pembibitan dan penggemukan sapi.(jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com