Harga Gabah Anjlok, Petani di Kecamatan Alas Menjerit - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 10 Juli 2017

Harga Gabah Anjlok, Petani di Kecamatan Alas Menjerit


Sumbawa Besar, (Sumbawakini)--Petani di kecamatan Alas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menjerit. Pasalnya, Harga gabah pada panen tahun ini anjlok drastis.

Bukan hanya harga yang turun drastis, petani juga mengeluhkan minimnya pembeli saat musim panen kali ini, seperti yang diakui oleh Hamdani, petani Orong Rea desa Kalimango, kecamatan Alas yang ditemui dilokasi persawahannya.

Menurut Hamdani, saat ini harga gabah kering panen berkisar antara Rp 3.600 hingga 3.700 perkilonya. Hanya saja, petani kesulitan menjual gabahnya karena sangat minim pembeli.

Berbagai alasan yang dilontarkan oleh pembeli jika petani datang ke toko atau tempat pembelian gabah. "Terkadang alasan yang dilontarkan pembeli saat ini stok karung habis. Ketika kami mengatakan biar kami yang beli karung, pembeli kembali berdalih tidak ada buruh," ujar Hamdani.

Dengan keadaan seperti ini, petani sangat kesulitan menjual hasil panennya. "Kami berharap pemerintah turun tangan menyikapi keluhan petani," pintanya.

sementara itu, Kepala Kantor Perum Dolog Gudang GSP Alas, Sulaiman, yang dikonfirmasi, Senin (10/7) mengaku pihaknya akan turun kelapangan bersama mitra kerja  kalau benar ada gabah yang tidak terbeli. 

Kata dia, harga gabah kering panen tahun ini HPP-nya  Rp 3.700 perkilonya, sementara harga kering giling 4.650 perkilonya. "Setahu kami mitra kerja Dolog membeli gabah dilapangan dengan harga 3.800 rupiah perkilogram untuk gabah kering panen," sebut Sulaiman.

Dia juga menjelaskan, untuk target penyerapan beras untuk NTB tahun ini sekitar 148 ribu ton. (cep)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com