Antisipasi Investasi Nakal, Seluruh Pantai Akan Didata Ulang - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 06 Juli 2017

Antisipasi Investasi Nakal, Seluruh Pantai Akan Didata Ulang

Amri Rakhmansyah, Kabid PTSP KSB

Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sumbawa Barat, akan melakukan pendataan terhadap pemilik tanah yang berada di sepanjang garis pantai. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jebolnya investasi kepariwisataan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kepala DPM-PTST Drs Hajamuddin MM melalui Kepala Bidang Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Amri Rakhmansyah mengatakan, langkah tersebut di lakukan untuk menghindari dan meretas modus operasi investor nakal. Modus yang berkembang saat ini ialah, sambung Amri pemilik lahan orang pribumi disewa oleh investor. Nah, lahan itu dikelola untuk membangun home stay maupun membangun cottage. Sedangkan ijin yang mereka ajukan bukan untuk itu, tetapi ijin tempat tinggal.

"Ini yang menjadi acuan dasar kami lakukan pendataan valid untuk antisipasi jebolnya investasi," ungkapnya.

Sejauh ini, terang Amri, investor kepariwisataan gencar melirik potensi Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan tak terkecuali termasuk Kabupaten Sumbawa Barat yang memiliki potensi pariwisata yang mulai mendunia. Sebut saja pesona gugusan gili balu yang akan dikelola oleh PT ESL asal Swedia dan juga eksotika Desa Mantar yang digadangkan mirip The Blue Lagoon, Oludeniz, Turkey.

Kedua spot ini, tandasnya, dipastikan menjadi motor penggerak menarik investor lain untuk berinvestasi di Bumi Pariri Lema Bairi ini terutama di bidang pariwisata. Untuk itu, perlu dilakukan pendataan pemilik tanah sepadan pantai agar modus nakal seperti itu tidak terjadi di KSB. Jika terjadi, maka daerah akan merugi karena potensinya 'dicuri'.

"Prihal pendataan ini, DPM-PTSP akan bekerjasama dengan pihak kecamatan," imbuhnya.

Setelah pendataan, nanti akan diketahui siapa pemilik lahan atau yang menguasai. Apakah pribumi atau orang asing (niminee).

"Penting dilakukan. Karena ini sebagai salah satu trik mengundang investor," pungkasnya. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com