Musyafirin : Ada Gelagat Intelorensi dan Distrust Pancasila di KSB - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 01 Juni 2017

Musyafirin : Ada Gelagat Intelorensi dan Distrust Pancasila di KSB


Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. H. W. Musyafirin mengakui bahwa di Kabupaten Sumbawa Barat, ada terlihat gelagat sikap intoleransi dan distrust (tidak lagi percaya.red) terhadap pancasila.

Hal tersebut dikatakannya saat diwawancarai media dipelataran gedung Graha Fitrah usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6) pagi tadi yang berlangsung di halaman kantor bupati setempat.

"Menyikapi kondisi tersebut, kami segenap unsur pimpinan daerah tetap bersabar dan terus mendatangi mereka agar kembali pada pancasila sebagai dasar negara," ungkapnya.

H. Firin akrabnya bupati KSB itu dikenal menambahkan, seumpama sekolah atau peserta upacara jika tidak hormat pada bendera, itu juga bagian dari mereka yang belum memahami pancasila. Yang lebih miris lagi ialah, organisasi yang ingin keluar ideologi pancasila sebagai azas organisasinya.

Perlu diingat, tandas Bupati, negara ini hadir karena pancasila. Secara tidak langsung, pancasila merupakan fondasi atau landasan yang kuat dan kokoh serta tahan terhadap segala gangguan, hambatan maupun rintangan dari dalam maupun dari luar, sehingga bangunan gedung di atasnya dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. Bangunan itu ialah Negara Republik Indonesia yang ingin mewujudkan suatu masyarakat adil makmur dan sesuai amanat dari pancasila itu.

Melalui momentum hari lahir pancasila, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk introspeksi dan mengamalkan nilai pancasila dalam kehidupan bersosial.

"Pancasila itu selain sebagai pondasi negara kita, itu juga sebagai pandagan hidup bangsa ini," terangnya. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com