Warga Mujahiddin Tetap Menolak PT Akas - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 09 Mei 2017

Warga Mujahiddin Tetap Menolak PT Akas


Suasana Pertemuan Warga Dengan PT Akas [

Sumbawa Barat, (Sumbawakini)--Puluhan warga Desa Mujahiddin kecamatan Brang Ene, Sumbawa Barat, Senin (8/5) mendatangi kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. 

Kedatangan warga ini memenuhi undangan dinas tersebut  untuk melakukan mediasi antara warga dengan pihak perusahaan pengolahan aspal yang sempat disegel warga desa Mujahiddin beberapa waktu lalu.  

Selama pertemuan berlangsung, suasana sedikit memanas karena warga tetap menolak keberadaan PT Akas di lingkungan tempat tinggal mereka. 

Menurut Hardoni, perwakilan warga, keberadaan perusahaan ini sangat mengganggu kehidupan warga. Selain karena polusi udara, suara mesin penghancur batu sangat bising. 

"Apapun alasanya, kami pemuda Hijrah menolak perluasan wilayah produksi perusahaan ini karena mengganggu kenyamanan warga sekitar," ujarnya.  

Di tempat yang sama, Saharuddin juga berpendapat sama dengan rekannya. Kata dia, perusahaan tersebut selain merusak lingkungan ternyata belum mengantongi ijin dari pemerintah. 

Dia menyesalkan sikap pemerintah daerah yang tidak mengambil tindakan apapun terhadap perusahaan yang tidak memiliki ijin. "Pemerintah daerah mengetahui Hal ini tetapi tidak berbuat apa-apa," sebutnya. 

Seharusnya pemerintah daerahlah yang harus mengambil tindakan begitu mengetahui ada perusahaan beroperasi dengan melanggar hukum. "Ada apa ini," tanya Saharuddin. 


Mediasi dihadiri oleh sejumlah perwakilan warga, kepala desa Mujahiddin, Direktur PT Akas, Santoso, Kadis DPM-PTSP Drs. Hajamuddin MM, Katibmas dan Babinsa Desa Mujahiddin. (dev)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com