DKP KSB Sosialisasikan UU Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 14 April 2017

DKP KSB Sosialisasikan UU Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan




Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Dinas Kelautan dan Perikanan pada Kabupaten Sumbawa Barat (DKP KSB) mengkampanyekan Undang-Undang Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan pada masyarakat menyusul di terapkannya UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, Kamis (13/4) di Aula pertemuan kantor DKP.

Untuk diketahui, dalam nomenklatur UU 23 tahun 2014 itu mengatur sejumlah kewenangan pemerintah kabupaten/kota di tarik menjadi kewenangan pemerintah provinsi satu diantaranya ialah pengawasan, pengelolaan dan perijinan pemanfaatan kelautan yang secara detail mulai dari bibir pantai hingga 12 mil ke tengah. Sedangkan 12 mil keatasnya menjadi kewenangan pemerintah pusat yang di sebut Zona Ekonomi Eksklusive (ZEE).

Kepala DKP, Ir. Lalu Muhammad Azhar.,MM melalui Sekretaris Dinas, Zainal Arifin SP mengatakan, meski tiga hal itu menjadi kewenangan Pemprov NTB, tidak lantas pemkab dan masyarakat lepas tangan dan terkesan membiarkan terjadinya kerusakan. Karena masyarakat sendiri merasakan manfaat terutama sebagai mata pencaharian bagi nelayan.

"Kami ajak masyarakat pesisir untuk ikut berpartisipasi dan aktif menjaga perairan pantai," ujarnya.

Kampanye UU ini, terang Sekdis Kelautan dan Perikanan itu melibatkan 20 kepala desa yang bersentuhan langsung dengan garis pantai. Dengan harapan, para kepala desa ini bisa menyebarkan informasi kepada warganya terkait kewenangan kelautan dan pengelolaan sumberdaya perikanan.

"Sembilan Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) juga kami libatkan untuk hal ini," paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumberdaya dan Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Agusman S. Pt mengatakan pihaknya akan mengintensifkan keberadaan dari Pokmaswas. Sebab, keberadaannya bisa menjadi mitra strategis pengawasan.

"Harus kita awasi perairan. Sebab, potensi yang terkandung di dalamnya memberi berkah. Bukan hanya untuk nelayan, tetapi juga untuk sektor lain," demikian Agus. (jon)*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com