Taufiq : Rina Korban Human Trafficking - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Rabu, 29 Maret 2017

Taufiq : Rina Korban Human Trafficking

Taufiq Hikmawan Kabid Penta Lattas Disnakertran KSB

Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Pelatihan dan Produktifitas (Kabid Penta-Lattas), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Taufiq Hikmawan menyebutkan, Rina Khairunnisa Binti Rosnadi (32), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat menjadi korban human trafficking atau penjual manusia.

Pernyataan ini dilontarkan Taufiq, saat di wawancarai media diruang kerjanya, Rabu (29/3) siang tadi.

Taufiq Hikmawan memaparkan alasan dirinya menyebut almarhumah Rina sebagai korban penjualan manusia, karena  pemerintah Republik Indonesi sejak pertengahan tahun 2015 lalu mengeluarkan memo terkait moratorium pengiriman jasa TKI/TKW ke 21 negara timur tengah.

Sementara yang bersangkutan berangkat ke Timur Tengah pada akhir Oktober 2016 melalui salah satu perusahaan yang perwakilannya ada di  Kabupaten Sumbawa.

Proses seleksi juga dilakukan di Kabupaten Sumbawa, tanpa sepengetahuan pemerintah KSB.

"Ini jelas-jelas menyalahi aturan main. Kalau mereka berangkat melalui kabupaten lain, lantas apa fungsi kami disini," tegasnya.

Hematnya, tandas Taufiq, tidak mungkin warga KSB ini lolos dan bisa berkerja di timur tengah tanpa ada praktek campur tangan oknum yang mengaplikasikan Human Traficking atau jual beli manusia.

Selain itu, nama Rina Khaerunnisa sudah kami cek di  Sistem Keterbukaan Informasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Siskot TKLN) untuk KSB, ternyata nama tersebut tidak ada.

"Kalau TKW/TKI yang berangkat sesuai jalur, pasti namanya akan tercantum disitu. Mulai kapan berangkat, melalui PJTKI mana, alamat majikan, hinggga nomor KTP dan Paspornya, tapi atas nama Rina Khairunnisa  Binti Rosnadi, nihil," tegasnya.

Dia menghimbau kepada warga yang ingin mengadu nasib di negara timur tengah, agar niatnya dibatalkan dulu, sebab, moratorium pengiriman TKW/TKI masih berlaku.

Dijelaskan, saat ini negara tujuan hanya untuk wilayah asia tenggara yang masih buka, seperti Hongkong, Taiwan dan Malaysia.

"Kami harap, warga jangan percaya dengan bujuk rayu agent Pengiriman Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ke timur tengah meski diimingi -imingi gaji pantastis," katanya mengigatkan. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com