Rencana Pembangunan Pabrik Smelter, PT Turangga Gelar Konsultasi Publik - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 31 Maret 2017

Rencana Pembangunan Pabrik Smelter, PT Turangga Gelar Konsultasi Publik


Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- PT Turangga Energi Nusantara (TEN) menggelar konsultasi publik penyusunan dokument Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) bersama warga masyarakat Kecamatan Maluk, Kamis (30/3) di Kantor Camat Maluk.

Hal tersebut dilakukannya menyusul rencana dari perusahaan akan segera merealisasi investasi sesuai Memorandum of Understanding (MoU) yaitu membangun pabrik pengolahan dan pemurnian biji tembaga (Copper Smelter) di Desa Benete, Kecamatan Maluk.

Hadir pada pertemuan itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Drs. Hajamuddin MM, Kabag Ekonomi dan Pembangunan, Camat Maluk, Anugerah, HRD PT Ten untuk KSB, Okie Kurniawan SH dan masyarakat sekitar.

Camat Maluk dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik ada perusahaan yang berinvestasi. Karena, keberadaan diyakini akan memberikan multiplayer effect terutama pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari perusahaan, yaitu tenaga kerja.

"Tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal saja, tetapi daerah juga mendapat keuntungan," ungkapnya.

Dirinya meminta perusahaan untuk tidak menimbulkan kegaduhan di tengah publik terutama terkait dampak lingkungan.

"Ini harus menjadi attensi perusahaan," tekannya.

Sementara itu, kepala DPM-PTSP KSB , Drs. Hajamuddin MM, mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan sejumlah perijanan sebagai syarat sah operasi perusahaan. Diantaranya,  rekomendasi ijin pemanfaatan ruang di terbitkan oleh BKPRD KSB dan Provinsi, Ijin Prinsip Penanaman Modal. Menyusul Ijin Lingkungan, Ijin IMB dan Ijin HO atau gangguan.

"Ketiga ijin tersebut baru bisa di keluarkan kalau sudah ada ijin lingkungan," terangnya.

Terkait material, dirinya sudah mengkomunikasikan dengan PT AMNT dan PT Indotan.

"Mereka siap membantu untuk hal itu," terangnya.

Sementara itu, Okie Kurniawan dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sanggup memberdayakan masyarakat lokal 75 persen untuk tenaga kerja dengan prioritas Desa Maluk dan Benete dan 25 persen dari luar KSB untuk posisi leadaer. Komitment ini, imbuhnya, akan terealisasi pasca operasi perusahaan normal. Tiga persen lainnya tenaga luar untuk mengisi posisi leader dan juga top management.

"Tidak hanya saat readi operasi, perusahaan akan menggunakan jasa warga Kecamatan Maluk saat masa kontruksi, yaitu membangun pabrik," bebernya.

Meski posisi leader akan di isi oleh luar daerah, namun keberadaanya tidak devinite. Sebab, ketika promosi jabatan, warga lokal bisa menjadi leader management menggantikan orang luar.

"Sebelum naik jabatan, pihaknya akan memberikan pelatihan sebagai peningkatan kapasitas," ujarnya.

Terkait dampak lingkungan, pihaknya memastikan warga sekitar tidak akan terganggu. "Kami akan betul-betul teliti untuk hal ini. Karena kalau lingkungan sekitar terganggu, otomatis investasi ini akan terganggu," ujarnya.

Lebih rinci, terang Okie, untuk pengolahan limbah, pihaknya melibatkan tim ahli. Ahli lingkungan, biologi dan kimia didukung teknologi mutakhir seperti yang di terapkan di negara maju. Sedangkan untuk Corporate Sosial Responsibility (CSR), perusahaan siap berkontribusi semampunya untuk kemasalahatan masyarakat sekitar.

"Ini komitment yang siap kami tunaikan," janji HRD PT TEN itu.

Sedangkan pihak warga diwakili  Udin,   mengaku warga setuju ada perusahaan. Menurutnya, warga setuju asalkan formulasi penyerapan tenaga kerjanya cocok dan disepakati warga, model pemberdayaan masyarakat transparans dan lingkungan sekitar tidak terganggu.

"Tiga hal ini kami tekankan agar perushaan dapat memperhatikannya," pintanya. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com