Perambah Hutan Konservasi Resmi Ditahan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Rabu, 01 Maret 2017

Perambah Hutan Konservasi Resmi Ditahan

BB Kayu Sentigi

 
Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Tiga warga Kecamatan Poto Tano resmi di tahan polisi. Penahanan terhadap tiga orang tersebut karena terbukti melakukan penebangaan kayu jenis sentigi di wilayah hutan konservasi, Pulau Panjang dan Pulau Kalong.

"Mereka sudah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu," ungkap Kasat Reskrim Polres KSB, Iptu,  I Putu Agus Indra Permana S. Ik pada media.

Ketiga orang tersebut masing berinisial, BS alias Basar (39) AA (45) dan DM (33), semuanya warga Kecamatan Poto Tano. Mereka, sambung Kasat Reskrim, melanggar  pasal 82 ayat (1) hurup b dan c Junto pasal 83 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

"Sebelum statusnya menjadi tersangka, terlebih dahulu, penyidik  memeriksa pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan ahli kehutanan," paparnya.

Kejadian ini, terang Iptu Agus Indra bermula saat polisi melakukan operasi belum lama ini. Saat itu, melintas sebuah mobil pick up membawa kayu jenis sentigi. Langkah selanjutnya, polisi langsung mengamankan ketiganya beserta barang bukti. Usai mengamankan, Polisi berkoordinasi dengan BKSDA NTB untuk melakukan lacak balak tempat mereka mengambil dan menebang kayu itu.

"Ternyata benar. Mereka melakukan tindak kejahatan menebang kayu di hutan konservasi di wilayah Kecamatan Poto Tano,  yaitu di pulau panjang dan pulau kalong," terangnya.

Adapun jumlah kayu, tandas perwira yang berpostur tegak ini sebanyak enam kubik. "Barang Bukti (BB) hasil kejahatannya sudah kita amankan di Polres," demikian Agus
Indra. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com