Nasib Gili Balu Ditangan Menko Ekuin - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 10 Maret 2017

Nasib Gili Balu Ditangan Menko Ekuin



Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama pihak ketiga (PT ESL) sepakat mengusulkan  Gugusan Gili Balu dan Desa Labuan Lalar masuk dalam wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Hijau, Kepada Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Republik Indonesia. 

"Kami harap usulan ini direspon untuk dibahas di dewan nasional KEK yang ada di Jakarta," ujar Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST kepada Sumbawakini.com.

Apa yang yang telah diskusikan antara Pemprov NTB, Pemda KSB pada, Kamis (9/3) di Aula Hotel Golden Tulip, Kota Mataram diharapkan dapat memberi multi player effect bagi daerah  masyarakat.

Dalam kesempatan itu, sambung Wakil Bupati sejumlah pejabat teras di Pemprov NTB juga hadir. Seperti Sekda NTB, Rosiady Sayuti, Kepala Bappeda NTB, Kepala Dinas Kehutanan NTB, Asisten II NTB, Pemkab Lombok Timur dan konsultan KEK Nasional. 

"Saya pikir layak dua daerah itu masuk dalam KEK nasional, apalagi, pemda KSB  memiliki modal sebagai pendukung yang nantinya berfungsi sebagai konektivity, yaitu Dermaga Labuan Lalar sebagai jalur laut dan Bandara Sekongkang jalur udara dan darat," terangnya.

Kendati demikian, tandas Fud, nasib usulan tersebut diputuskan oleh Menko Ekuin RI.

"Semoga niat kami sebagai pimpinan daerah yang menyambung aspirasi warga KSB, dapat mengetuk pintu hati teman-teman di kementrian," gugahnya.

Fud juga menyampaikan, drinya bersama Bupati KSB, DR. Ir. H. W Musyafirin, minggu depan bertolak ke Jakarta untuk bertemu Menteri Perhubungan membahas usulan Dermaga Labuan Lalar menjadi jalur tol laut nasional.

"Doa dan soppurting warga KSB juga kami butuhkan, agar perjuangan ini mendapat berkah agar usulan yang kami sampaikan di restui Pak Menteri baik Perhubungan maupun Menko Ekuin" imbuhnya.

Wabup menambahkan, usulan ini akan disampaikan satu bulan lagi kepada dewan KEK melalui konsultan KEK.

"Kami berharap, perjuangan ini membuahkan hasil memuaskan,  sebagai daerah baru KSB masih memerlukan uluran tangan dan perhatian intervensi APBN," ucapnya. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com