Mahasiswa Nyaris Bentrok Dengan Polisi - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 31 Maret 2017

Mahasiswa Nyaris Bentrok Dengan Polisi


Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Aksi demontrasi yang digelar  Aliansi Mahasiswa Peduli Sumbawa Barat (AMPSB) nyaris bentrok dengan aparat kepolisian di kantor DPRD Sumbawa Barat,  Jumat (31/3).

Keributan nyaris pecah saat polisi yang melakukan pengawalan aksi demontrasi tidak mengijinkan para mahasiswa ini masuk kedalam halaman kantor dewan KSB untuk berorasi. 
Aksi saling dorong sempat terjadi. Mahasiswa yang berusaha masuk dihadang polisi karena pada saat itu sedang digelar sidang paripurna  terkait penyampaian penjelasan Bupati KSB tentang laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah akhir tahun anggaran 2016 dan penetapan program pembentukan peraturan daerah tahun 2017 yang berlangsung di ruang sidang utama kantor DPRD KSB.

"Kami minta polisi beri kami jalan untuk berorasi di depan kantor para wakil rakyat. Bukan menghadang kami dan terkesan mengarahkan kami untuk berorasi di halaman kantor," ujar Rian Hidayat anggota massa aksi.

Para mahasiswa mengklaim aksi penghadangan oleh pihak polisi menyalahi aturan. Pasalnya, dalam surat ijin aksi mencantumkan tiga titik aksi, yaitu di depan kantor bupati, depan kantor DPRD KSB dan di depan kantor kepolisian setempat.

"Ijinkan kami masuk. Kami ingin menyampaikan bertemu   bupati dan wakil rakyat, kebetulan mereka sedang berada didalam gedung dawan,"teriak salah seorang dari mahasiswa.
Sementara itu, kepolisian setempat melalui Kabag Ops Kompol Edy Susanto S. Sos mengatakan pihaknya tidak menghalanggi aksi mahasiswakita menyampaikan pendapatnya.

"Didalam ruangan masih ada rapat, tidak etis kalau mereka mengganggu jalannya rapat," ujarnya. 

Edi berjanji, akan memfasilitasi masa aksi untuk ketemu dengan anggota DPRD bahkan tidak menutup kemungkinan dengan bupati, tapi setelah rapat selesai digelar. "Kami harap ini di pahami," ujar Kompol Edy.

Dalam orasinya, aliansi mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan, yaitu, DPRD KSB tidak 'masuk angin' dalam  kasus air asam tambang PT AMNT, kasus korupsi dan peredaran narkoba di KSB. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com