Kyai Zulkifli: Tak Ada Kata Wakil dalam Kamus Saya - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 10 Maret 2017

Kyai Zulkifli: Tak Ada Kata Wakil dalam Kamus Saya

Dr. KH Zulkifli Muhadli

Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- DR. KH Zulkifli Muhadli SH MM menegaska, dirinya tidak akan pernah menjadi orang nomor dua (wakil) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan bupati KSB dua priode usai melaksanakan shalat jum'at di Masjid Agung Darussalam,  Taliwang Sumbawa Barat, Jum'at (10/3).

"Saya tetap pada posisi Gubernur dan tidak ada pertimbangan untuk menjadi calon wakil gubernur," terangnya.

Dikatakan Zul, dirinya masih istikomah untuk menempuh jalur independent merebut kursi DR 1. Dirinya tidak menampik bahwa dari beberapa calon yang ada, ada beberapa kader partai yang sudah membangun komunikasi dan memberi sinyal positive.

"Kami optimis menang, apalagi tim kami telah melakukan serap aspirasi di tingkat gressroad, nama KH Zulkifli sangat familiar terutama di pulau lombok," ujarnya.

KH Zul membeberkan, adapun jumlah KTP yang sudah terkumpul sebagai syarat jalur independent ialah, sebanyak 200 ribu dari yang ditargetkan sebanyak 500 ribu KTP.

"Sebenarnya cukup 300 ribu saja, kita sudah bisa melenggang dan bersaing di bursa pemilihan," terangnya.

Sedangkan orang yang mengisi sebagai pendampingnya, KH Zul akan menetapkannya bulan  juni 2017 mendatang.

"Untuk calon wakil, Partai PDIP, Partai Hanura sudah ada kadernya serta pak Lalu Rudi sudah ada komunikasi serta tokoh masyarakat, Sri Gede dari Anjani juga sudah ada komunikasi," paparnya.

Menurut anda, ada berapa calon yang akan tampil pada pilkada NTB ?  Kyai Zul langsung menjawab ada empat.

"Kita liat saja nanti. Yang jelas, paket Zulkifli Muhadli optimis menyongsong kemenangan," pungkasnya. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com