Gawat !!!, Warga Trauma Mancing Sekitar DAS Tongoloka dan Santong - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 14 Maret 2017

Gawat !!!, Warga Trauma Mancing Sekitar DAS Tongoloka dan Santong



Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Pasca meluapnya air asam tambang PT Aman Mineral Nusa Tenggara, awal Februari lalu,  menyisakan rasa trauma bagi  warga sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).

Rasa takut mengkonsumsi ikan air tawar masih dirasakan warga sekitar desa Tongo, kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Rasa trauma warga ini terlihat dari sepinya warga yang mencari ikan di seputar Dam  Tongoloka dan Santong. 

Akheruddin Ahmad
Seperti yang dikatakan oleh Akheruddin Ahmad, tokoh pemuda kecamatan Sekongkang. Kata dia, DAS, sungai Tongoloka dan Santong selama ini menjadi tujuan memancing dan menjaring ikan warga sekitar. 

Tapi setelah kejadian ikan mati mendadak, sudah tidak terlihat lagi aktifitas tersebut. 

"Biasanya orang ramai mancing sekitar aliran sungai itu. Pasca kasus luapan air asam, kini menjadi sepi," ujarnya.

Alasannya cukup sederhana. Mereka  masih trauma dengan kasus air asam tambang yang meracuni seluruh biota yang hidup dialiran sungai. 

"Itu informasi yang kami serap dan terima dari keluarga yang ada disana," imbuhnya. 

Menurutnya, wajar saja masyarakat trauma, sebab sejauh ini perusahaan operator batu hijau diketahui belum memberikan sosialisasi pada masyarakat terkait aspek lingkungan pasca kejadian itu. Padahal, Pemkab Sumbawa Barat meminta pada Februari lalu agar perusahaan mensosialisakan itu pada masyarakat.

"Kok, seakan pemda kita ini tidak di hargai," herannya.

Ia juga menyoroti  sikap perusahaan terhadap kasus ini,  yang seakan sengaja memperlambat sosialisasi hingga terhapus dari benak masyarakat secara perlahan.

"Kami harap perusahaan beri respon. Bukan malah seperti ini terkesan membiarkan tanpa ada rasa bersalah dan tanggung jawab," imbuhnya.

Hingga kini,  perusahaan belum juga melakukan sosialisasi. Mestinya, pimpinan daerah mengambil kebijakan tegas, dengan memanggil kembali perusahaan dan menanyakan  kenapa hal yang disarankan belum dilakukan. 

"Ini suara kami masyarakat. Mohon kami di respon. Masyarakat yakin bupati mampu melakukan itu. Karena kemampuan yang miliki sebagai  penyambung lidah rakyat sekitar," pinta  Akher. (jon)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com