DPRD Loteng Pelajari Bendungan Bintang Bano - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 24 Maret 2017

DPRD Loteng Pelajari Bendungan Bintang Bano

Ketua Komisi II DPRD Loteng M. Humaidi ST (Tengah)

Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Sedikitnya enam orang anggota Komisi III DPRD Lombok Tengah study banding ke Kabupaten Sumbawa Barat. Kedatangan para wakil rakyat ini mempelajari tentang Bendungan Bintang Bano. Mulai dari regulasi, model pendanaanya hingga bendungan mendapatkan dana intervensi pusat.

Para wakil rakyat ini di terima oleh Pemda KSB melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta di dampingi oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), 
Drs. Abdul Maulah.

Ketua Komisi III, Muhammad Humaidi ST pada media, Jum'at (24/3) mengatakan, Pemkab Lombok Tengah memiliki rencana ingin membangun Bendungan Mujur.

"Pengalaman teman-teman di KSB membangun BBB ini, ingin kami terapkan di Loteng," ungkapnya.

"Bukan secara fisik dan kontruksi saja yang kami ingin ketahui, tetapi secara menyeluruh. Baik lahan, model pendanaan, dan juga ijin lingkungan," paparnya lagi.

Kendati demikian, Ketua Komisi III itu mengungkapkan, ada sedikit perbedaan pada pembangunan Bintang Bano dengan Bendungan Mujur, yaitu masalah lahan. Jika Bendungan Bintang Bano tidak perlu mengeluarkan biaya pembebesan lahan terutama lokasi genangan air, sedangkan Bendungan Mujur terlebih dahulu harus membebaskan lahan. Sebab, lahan yang menjadi titik lokasi pilot project itu milik masyarakat. Artinya, harus di bayar.

"Kurang lebih 400 Hektar lahan kita siapkan dan menghabiskan dana Rp. 500 milyar lebih," ujarnya.

Bendungan Mujur, sambung Ketua Komisi III itu dihajatkan untuk menjawab kebutuhan petani terhadap air. Sehingga mereka dapat menanam tiga kali dalam semusim. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com