Demi Taman Bacaan ,Wahid Rela Menjual Sepeda Motornya - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 30 Maret 2017

Demi Taman Bacaan ,Wahid Rela Menjual Sepeda Motornya

A. Wahid Diantara Koleksi Buku-Bukunya


Sumbawa Barat-(SumbawaKini)--Abdul Wahid, warga kelurahan Sampir, kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat ini patut menjadi contoh warga lainnya. 


Keinginan melihat warga di lingkungan tempat tinggalnya cerdas, pintar dan berwawasan luas,  dia rela menjual sepeda motor miliknya untuk biaya mendirikan taman bacaan  dan membeli buku.  


Ide mendirikan taman bacaan ini berawal dari kegemarannya  membaca dan mengoleksi buku bacaan.  Wahid yang dipercaya sebagai ketua Pemuda Sampir Berkarya ini, kemudian memutar otak mewujudkan impiannya. 


Kebetulan, di bantaran kali dekat tempat tinggalnya, ada bangunan semi permanen yang sudah lama tidak difungsikan.  Bangunan reot dan lapuk termakan usia ini, dulunya dibangun oleh PT Newmont Nusa Tenggara,  sebagai lokasi warga menjual sembakao. 

 
"Karena tidak terpakai lagi dan atas ijin warga sekitar, bangunan ini saya perbaiki untuk taman baca,"  ujar Wahid yang akrab disapa Rakon.


untuk memperbaiki bangunan tadi, Wahid terpaksa menjual sepeda motor miliknya. Uang hasil penjualan, selain dipakai merehab bangunan, juga untuk menambah koleksi buku.


Dari hasil kerja kerasnya, bangunan yang nyaris roboh tadi, kini menjelma menjadi perpustakaan mini dengan koleksi ratusan buku tersusun rapi di dalamnya. 


Taman baca yang dikelola Wahid bersama teman-temanya itu, kini mulai ramai dikunjungi warga, terutama anak-anak sekolah. "Saya ingin melihat anak-anak dilingkungan kami menjadi orang pintar," ucapnya. 


Kata Wahid, sejak lama dirinya bercita cita ingin melihat warga disekitarnya gemar membaca, terutama anak usia dini.  Untuk mewujudkan cita-cita inilah Wahid rela banting tulang dan memutar otak memperbaiki bangunan yang nyaris roboh tadi. 


Alhasil,  taman baca berhasil ia wujudkan dengan dananya sendiri. "Setiap ada rejeki yang saya dapat, sebagian untuk menambah buku bacaan,"akunya. 


Sejak taman baca ini berdiri, setiap hari ramai dikunjungi pembaca, hanya saja, koleksi buku yang ada sepertinya sudah harus ditambah. 


Dia berharap ada warga yang memiliki buku-buku bekas, jika tidak terpakai sebaiknya disumbangkan ke perpustakaan mini miliknya.  "Dari pada dibuang, lebih baik disumbangkan untuk menambah buka bacaan kami," pintanya. 


Kedepan, Wahid juga berharap, perpustakaan ini bukan hanya dikunjungi oleh warga lingkungan Sampir saja, tapi bisa menjadi milik seluruh warga Sumbawa Barat. "Semoga pemerintah daerah mau membantu kami memperbanyak koleksi buku demi mencerdaskan warga KSB," pungkasnya.  (jay)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com