Asyikk.!!! Pertengahan 2017, Smelter Dibangun Di KSB - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 02 Maret 2017

Asyikk.!!! Pertengahan 2017, Smelter Dibangun Di KSB

Bupati Sumbawa Barat, Dr. W Musyafirim MM


Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, DR. Ir. H. W Musyafirin MM belum lama ini mengatakan, pada pertengahan tahun 2017 ini, akan di bangun pabrik pengolahan dan pemurnian biji emas tembaga  (Smelter) bertempat di Desa Benete Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Pabrik pemurnian emas tembaga itu akan di bangun oleh perusahaan nasional yaitu PT Turangga Energi Nusantara (TEN) dengan nilai investasi mencapai Rp 26 Milyar.

"Direktur perusahaan tersebut mengatakan pada saya terkait kesiapannya membangun smelter. Mereka optimis akan merealisasikan janjinya itu di pertengahan tahun 2017 ini. Itu hasil pertemuan kami di Jakarta, belum lama ini," ujar Bupati pada media.

Pemerintah daerah, imbuh H Firin menyambut baik niat tersebut. Apalagi, keberadaannya di yakini dapat menimbulkan multiplayer effect dengan memberdayakan warga sekitar menjadi bagian dari perusahaan yaitu diangkat sebagai karyawan.

"Kami juga turut menyampaikan kepada direktur perusahaan mengenai iklim investasi yang sehat dan bersih di KSB terlebih tidak mengalami gangguan," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Drs. Hajamuddin MM mengatakan perusahaan ini serius akan rencananya. Bahkan, lokasi yang akan menjadi central pengolahan, lahannya sudah tersedia.

"80 are luas tanah di Desa Benete sudah di bebaskan. Itu rencananya akan di jadikan tempat pembangunan pabrik," paparnya.

Lokasi yang akan di pilih sebagai pusat pengolahan bahan biji tambang itu, selaras dengan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten (RDTRK) Sumbawa Barat sebagai kawasan industri.

Sedangkan bahan baku, tandas pria keturunan Desa Lengas Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa ini, disitulah tugas kami sebagai pemerintah memfasilitasi PT Ten dengan PT AMNT dan PT Indotan terkait suplay material pengolahan.

"Dalam Ijin Usaha Pertambagan Operasi Produksi (IUP OP) di wajibkan harus ada keterangan perusahaan asal muasal material yang di dapatkannya," terang Hajam.

Disinggung ijin, semua masih berproses. Saat ini,  perusahaan tengah menunggu Ijin Pemanfaatan Ruang yang dikeluarkan oleh Bappeda dan Litbang pada pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Karena itu sebagai acuan dasar untuk dapat mengurus ijin lainnya.

"Kami harap segala bentuk perijinan dilengkapi agar tidak ada masalah di kemudian hari," demikian Hajam. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com