Wow..Investor Qatar dan Swedia Bermitra Dalam Investasi Pariwisata di KSB - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 14 Februari 2017

Wow..Investor Qatar dan Swedia Bermitra Dalam Investasi Pariwisata di KSB

Bupati HW Musyafirin bersama investor Qatar dan Swedia saat berkunjung ke Pulau Kenawa

Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Investor asal Qatar dan Swedia, memastikan akan berinvestasi di bidang pariwisata di kabupaten Sumbawa Barat. 

Komitmen mereka disampaikan langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran Pemda Sumbawa Barat saat mereka berkunjung ke KSB, Sabtu (11/2).

Investor Qatar, Sheikh Saud bin Abdulrahman bin Saud Al Thani mengungkapkan kekagumannya atas keindahan alam dan potensi bawah laut yang yang ada di gugusan 'Gili Balu' (delapan pulau kecil) diperairan utara hingga selatan Sumbawa Barat. 

“Saya  sangat senang menjadi bagian dari hal ini karena saya sangat takjub dan kagum dengan kebudayaan asli dan keindahan alam Sumbawa Barat” ungkap Sheikh Saud bin Abdulrahman, dalam sambutannya pada acara penerimaan oleh Bupati dan jajaran di Graha Fitrah, Kompleks Kemutar Telu Centre (KTC). 

Investor yang akan bermitra dengan PT Eco Solution Lombok (PTESL), perusahaan pemegang hak pengelolaan Gili Balu itu, mengungkapkan, ketertarikannya untuk datang ke Sumbawa Barat, karena mendengar cerita tentang keindahan dan kekayaan alam bawah laut yang dimiliki daerah ini yang luar biasa.

"Kami serius ingin berinvestasi di Sumbawa Barat. Kami juga berniat membangun satu fasilitas riset biofarma (penelitian pengembangan obat - obatan dan vaksin) yang akan ditempatkan di Sumbawa Barat," imbuhnya.

Direktur PTESL, Jhon Higshon, menyatakan komitmennya terhadap keberlangsungan dan kelestarian lingkungan dalam proyek investasi yang dilakukan.   

"Sehingga investasi yang kami lakukan tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat lokal," katanya.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin dalam sambutan penerimaannya, menyatakan apresiasi atas kedatangan para investor tersebut ke KSB.

"Insyaallah dengan kerjasama dan kepedulian kita bersama, sektor pariwisata di Sumbawa Barat bisa lebih cepat berkembang dan memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," harapnya.

Bupati juga berjanji bahwa pemerintah daerah akan memback up secara maksimal agar investasi yang direncanakan bisa segera terealisasi.

Bupati bersama rombongan investor sempat melakukan peninjauan ke Gili Balu, khususnya Gili Kenawa dan Gili Belang dari udara menggunakan helicopter dan mendarat di Pulau Kenawa untuk meninjau bangunan ramah lingkungan (earth ship) dengan bahan baku dari barang bekas yang dibangun oleh Puluhan arsitek dunia yang dipimpin oleh Mike E Reynolds pada akhir 2016 lalu.

Disela-sela kunjungan itu, kepada Media, Bupati menyatakan, PT ESL yang telah menjalin komitmen dengan Pemda KSB sejak tiga tahun lalu, tinggal menunggu terbitnya ijin usaha pemanfaatan lingkungan (IUPL) dari Pemprov NTB pada 2 maret mendatang sebelum memulai pembangunan infrastruktur di Pulau Kenawa, sebagai pulau pertama dari gugusan Gili Balu yang akan dikelola.

"Mereka akan menggandeng Perusda (perusahaan daerah) dalam kegiatannya di KSB dan memberikan kontribusi langsung 5 persen ke Pemerintah Daerah dan 10 persen saham golden share kepada Perusda," ungkap Bupati.

PT ESL dan mitranya dari Qatar akan menerapkan konsep eco wisata ramah lingkungan yang dipadukan dengan perawatan / pengobatan berbasis herbal. Perusahaan itu berencana  akan membangun rumah sakit anti aging (penuan dini) di kawasan Poto Tano. Karena itu bersama mitranya dari Qatar PTESL menyatakan akan membangun fasilitas riset bio farma.

"Konsepnya berlibur sambil memanjakan diri dengan perawatan berbasis herbal dimana bahan bakunya nanti murni bahan baku lokal," ujar Kabid Ekonomi Bappeda Sumbawa Barat, Mars Anugerahinsyah.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com