Warga Tongo Minta PT AMNT Bertanggungjawab Terhadap Lingkungan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 20 Februari 2017

Warga Tongo Minta PT AMNT Bertanggungjawab Terhadap Lingkungan

Muamar Khadafi
Sumbawa Barat, (Sumbawakini)---Kasus meluapnya air asam tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) hingga mencemari sungai beberapa waktu lalu, membuat warga Desa Tongo kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat  resah.

Warga desa Tongo, Ai Kangkung dan sekitarnya hingga kini  masih duhantui rasa ketakutan mengkonsumsi ikan, baik air tawan, maupun ikan laut.  Pasalnya, selain mencemari sungai, warga menduga air asam tambang juga mencemari laut sekitar. 

Muamar Khadafi, pegiat lingkungan dari Lembaga Pemuda Peduli Lingkungan desa Tongo, saat ditemui Sumbawakini di Tongo mengakui adanya kehawatiran tersebut. "Ini kejadian luar biasa yang mengancam kehidupan kami," ujarnya.

Menurut Khadafi, Over flow yang terjadi di Dam Sejorong dan Dam Tongo Loka hinga mencemari sungai sangat mengerikan bagi warga Tongo dan dan sekitarnya. 

Khadafi meminta kepada pihak management PT AMNT untuk bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan dan segera melakukan langkah-langkah memperbaiki kembali lingkungan yang tercemar ini.
selain itu,  AMNT diminta segera melakukan pemantauan terhadap Kesahatan masyarakat termasuk lingkunganya pasca pencemaran ini. "Pencematan ini sungguh mengerikan bagi kami," sebutnya.

Seperti telah diberitakan, Management PT Amman Mineral Tenggara (PTAMNT) mengakui terjadinya pencemaran ini.  Melalui keterangan resmi yang diterima Sumbawakini.com,  General Supervisor departeman Komunikasi PT AMNT Ruslan Ahmad, membenarkan meluapnya Dam Santong tiga dan Dam Tongoloka di Tambang Batu Hijau dan berimbas  ke sungai yang ada di lokasi tersebut. 

“Dikarenakan telah terjadi peningkatan curah hujan sejak beberapa hari yang lalu, telah terjadi banjir baik di KSB maupun Sumbawa Besar termasuk daerah proyek Batu Hijau sehingga air di struktur pengendali sedimen (dam) Santong dan Tongoloka mengalami peningkatan lebih dari biasanya dan mengalir ke dalam sungai Sejorong dan Tongoloka," ujar Ruslan Ahmad. (cep)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com