Wabup Ingatkan Sekolah Soal Pengelolaan BOS dan Pungli - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 20 Februari 2017

Wabup Ingatkan Sekolah Soal Pengelolaan BOS dan Pungli

Wabup Fud Syaifuddin memberi ucapan selamat kepada Kepala Sekolah dan Pengawas yang baru dilantik
Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaefuddin, mengingatkan para kepala sekolah untuk tertib dalam pengelolaan keuangan terutama dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sebab, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan mengaudit pengelolaan dana itu secara mendetail.

"Saya imbau, dana harus di kelola dengan baik serta tertib administrasi. Tulis kemana saja uang itu di arahkan agar pelaporannya bisa dipertanggungjawabkan," ujar Wabup, dalam sambutannya pada acara mutasi 13 orang pengawas dan kepala sekolah, di Taliwang, Senin (20/2).

Yang paling penting, kata Wabup, jangan sekali-kali kepala sekolah meminjam atau menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadi atau diluar tujuan penggunaannya. Selain akan menyulitkan pertanggungjawaban, hal itu juga bisa menyebabkan pegawai lainnya di lingkup sekolah ikut-ikutan meminjam uang ke bendahara sekolah. Kasus seperti ini, katanya, sudah beberapa kali terjadi dan berujung pada sulitnya pertanggungjawaban penggunaan anggaran oleh sekolah.

"Bapak dan ibu punya gaji pokok bahkan tunjangan. Syukuri itu. Belajar untuk bersyukur," katanya.

Keberadaan Dana BOS, sambungnya, berfungsi untuk membiayai kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena itu tidak boleh ada penarikan dana dalam bentuk apapun (pungli) oleh pihak sekolah kepada siswa atau wali murid.  Kalaupun ada keinginan untuk menarik sumbangan, maka pihak sekolah wajib melaporkan dan mendapatkan ijin dari kepala daerah, sebelum dilakukan.  

"Penarikan iuran apapun bentuknya di sekolah, buat rapat dengan komite sekolah dan hadirkan semua wali murid. Setelah itu, hasilnya dilaporkan ke pemerintah melalui Dikpora. Selanjutnya, Dinas akan melaporkan ke pimpinan daerah. Jangan setelah menarik iuran baru hasilnya di infokan ke pemerintah. Itu tidak boleh. Kami tidak mau ada pungli dalam bentuk apapun," terangnya. 

Kepada para kepala sekolah yang dilantik, Wabup mengharapkan bisa memberi tauladan yang baik dan membina bawahannya untuk disiplin waktu, disiplin mengajar dan masuk sekolah.

"Tidak ada toleransi bagi pegawai yang jarang masuk dan tidak disiplin. Kita akan proses hukum sesuai disiplin pegawai bahkan bisa berujung pada pemecatan," ujarnya mengingatkan.

Pada kegiatan mutasi pagi tadi, terdapat sebanyak 13 orang guru dan pengawas yang direposisi.
Dari 13 orang yang di mutasi itu, tiga orang diangkat menjadi pengawas pendidikan yang sebelumnya menjadi kepala sekolah, sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati KSB Nomor: 019/824/BKD/2017. Sedangkan 10 orang lainnya diangkat menjadi kepala sekolah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat Nomor: 020/824/BKD/2017.(Jhon) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com