Soal Pencemaran Air Asam Tambang, Pemuda Sekongkang : Pemerintah Jangan Jadi Juru Bicara PTAMNT - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 28 Februari 2017

Soal Pencemaran Air Asam Tambang, Pemuda Sekongkang : Pemerintah Jangan Jadi Juru Bicara PTAMNT


Ikan yang ditemukan mati di Tongo
Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Para pemuda di Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat menyatakan tanggungjawab PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) terhadap lingkungan dan masyarakat atas kasus pencemaran lingkungan akibat meluapnya air asam tambang ke Sungai Tongoloka dan Sejorong pada awal febuari lalu, belum tuntas.  

Meski PTAMNT mengklaim  telah melakukan langkah pengendalian dampak dan normalisasi kondisi sungai dan perairan, namun mereka menyatakan itu bukan akhir dari kasus pencemaran tersebut.

"Ingat, bukan hanya sungai dan pantai yang terdampak, tanah dan manusia juga terdampak. Ada berkarung-karung ikan, udang dan kepiting yang mati saat kejadian itu berlangsung, diambil oleh masyarakat dan dikonsumsi bahkan dijual," ujar Akhairuddin Ahmad, pemuda kecamatan Sekongkang, Kepada SumbawaKini, Selasa pagi (28/2).

Heru juga mempertanyakan sikap camat Sekongkang, Syarifuddin yang dinilainya terkesan menjadi juru bicara PTAMNT terkait kasus pencemaran itu. Dalam peryataannya yang dilansir media, Camat Sekongkang menyatakan PTAMNT telah melakukan langkah penanganan secara elegan. 

"Jangan sampai pemerintah menjadi juru bicara PTAMNT dan melupakan tugas utamanya untuk melindungi dan mengayomi masyarakat. Kasus ini telah menimbulan keresahan dan pertentangan antar masyarakat dan tidak ada jaminan kasus yang berawal dari kelalaian ini tidak akan terulang," cetusnya, sembari berjanji bahwa pemuda kecamatan Sekongkang akan terus mengawal kasus yang telah menjadi perhatian secara nasional itu. 

Akhairuddin Ahmad 'Heru'
Bukan hanya Heru, di lini massa (Facebook), sikap serupa juga ditunjukkan para pemuda Sekongkang. Pertentangan antar masyarakat terlihat dari komentar-komentar pada postingan berisi potongan berita sebuah surat kabar lokal yang memuat pernyataan Camat Sekongkang, Syarifuddin terkait kasus pencemaran tersebut.

Dalam potongan berita itu, Syarifuddin menyatakan kasus pencemaran air asam tambang sudah ditangani secara prosedural oleh PTAMNT dan sekarang kondisi sudah normal. "Sudah ditangani secara rapi dan sesuai prosedur, jadi sudah tidak ada lagi pencemaran yang terjadi atau intinya sudah ditangani secara elegan," kata Syarifuddin dalam berita dimaksud. 

Postingan itu ditanggapi beragam oleh netizen. Ada yang mengajak agar para pemuda Skongkang untuk bersatu dan membuat gerakan menuntut tanggungjawab PTAMNT, ada yang secara terang-terangan membela PTAMNT dan mengklaim perusahaan itu sebagai sumber mata pencaharian 75 persen warga KSB. Ada pula yang mendesak agar dilakukan pemantauan berkelanjutan terhadap biota di sungai dan laut yang sempat tercemar dan dalam tubuh manusia disekitar wilayah terdampak.

Terkait pernyataan camat, sejumlah pemuda Sekongkang mempertanyakan maksud pemimpin kecamatan Sekongkang itu. Akun Muamar Khadafie Tongo, menulis "Mohon penjelasan dari pak camat apa maksudnya ini ?,". Ada pula netizen yang mengkritik pedas pernyataan tersebut.

Camat Syarifuddin dengan akun Syarifuddin Roni langsung membalas komentar para netizen tentang maksud dari pernyataannya. Ia menulis "Maksud nya win win solusion tetap mengedepankan kesejahteraan hidup masyarakat Tongo yang paling utama mara ling bahasa dita tepung no rusak bulu no putus dinda," katanya mengutip pribahasa lokal.

Komen tersebut langsung dijawab akun Muamar Khadafie Tongo dengan menyatakan "Saya masih ada kepercayaan walau itu telah terkikis tp tetap ada kepercayaan angkang sia (kepada anda) pak camat,,, kami berharap pernyataan sia (anda) ini bukan sebagai virus dlm perjuangan kita," katanya.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com