Setahun Menjabat, Ini Perilaku Pemimpin KSB yang Jarang Dimiliki Pemimpin Lain - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 17 Februari 2017

Setahun Menjabat, Ini Perilaku Pemimpin KSB yang Jarang Dimiliki Pemimpin Lain



Kompak, HW Musyafirin - Fud Syaefuddin
Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Duet pemimpin Sumbawa Barat, HW Musyafirin - Fud Syaefuddin, hari ini Jum'at 17 Februari, genap satu tahun menjabat sebagai Bupati - Wakil Bupati. 

Dalam setahun mengabdi, duet pemimpin berlatar birokrat - politisi itu, dikenal sederhana dan merakyat, kompak dan saling mengisi. Keduanya memiliki jaringan yang kuat secara nasional sehingga banyak program - program pusat untuk daerah yang dengan mudah diraih.

Moment pelantikan 17 Februari 2016
Banyak sekali moment yang menunjukkan kedua pemimpin ini sangat dekat dengan rakyat dan jauh dari kesan eksklusif. Menghadiri undangan resepsi pernikahan, ta'ziah ke rumah orang yang meninggal dunia, menjenguk masyarakat yang sakit atau berkumpul dengan kelompok - kelompok masyarakat di waktu senggang diluar kesibukan sebagai bupati dan wakil bupati, merupakan hal yang biasa dilakukan. 

Keberpihakan kepada rakyat kecil ditunjukkan melalui sejumlah program prioritas berbasis gotong royong yang digulirkan. KSB merupakan kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki peraturan daerah (Perda) tentang gotong royong (Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang PDPGR). 

PDPGR mampu menggerakkan kembali semangat gotong royong masyarakat yang sudah lama terkikis, itu terlihat jelas dalam pelaksanaan program jambanisasi dan bedah rumah, dimana masyarakat menjadi ujung tombak pelaskanaannya di lapangan bersama  lebih dari 1.000 orang agent PDPGR, TNI dan Polri.  

Awal menjabat, mereka mencanangkan pembangunan 6.106 unit jamban. Jamban sebanyak itu tuntas dibangun dalam 100 hari pertama menjabat. Bukan hanya mendapat penghargaan nasional dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), program jambanisasi ini juga membawa KSB sebagai kabupaten pertama di NTB yang menyandang predikat Bebas Buang Air Besar Sembarangan (Tubabas).

Ada program bedah rumah (tahun 2016 1.200 unit, tahun ini ditargetkan 1.500 unit), bantuan modal usaha sembari mengajar masyarakat untuk gemar menabung bagi pedagang bakulan dan usaha kecil mandiri, bantuan bagi petani, peternak dan nelayan (melalui Kartu Bariri), hingga santunan sebesar Rp 250 ribu per bulan bagi penyandang cacat (disabilitas) dan lanjut usia (lansia) melalui kartu Pariri. 

Tahun 2017 ini Pemda mengalokasikan anggaran sekitar Rp 120 miliyar untuk program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.


Dekat dengan rakyat
Di KSB petani yang gagal panen juga berhak mendapat ganti rugi, karena tanaman padi mereka diasuransikan oleh pemerintah daerah. Petani jagung diberikan bantuan bibit dan pupuk gratis.

Program paling fenomenal dari sekian banyak program yang digulirkan adalah sholat berjamaah di masjid. Di waktu dzuhur dan ashar, semua pegawai yang bekerja di lingkungan Kemutar Telu Centre (KTC - kompleks pemerintahan KSB), termasuk bupati dan wakil bupati, wajib sholat berjamaah di Masjid Agung Darussalam. 

Usai sholat dzuhur dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan nasi bungkus (kerap disebut nasi Imtaq) yang dipesan secara bergiliran di warung - warung nasi dalam kota Taliwang. Moment makan siang ini dimanfaatkan bupati dan wakil bupati untuk berbaur dengan para pegawai maupun masyarakat untuk mendengarkan keluhan, masukan, bahkan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Ada pula program Yasinan setiap malam jum'at dimana warga dari setiap desa diundang secara bergiliran dan diberi kesempatan menyampaikan keluhan, protes bahkan kritikan mereka secara langsung kepada bupati, wabup dan jajaran pemerintah daerah. Semua persoalan yang disampaikan masyarakat harus ada solusinya saat itu juga, karenanya bupati mewajibkan seluruh kepala dinas hadir dalam kegiatan Yasinan itu. 


Jaringan yang kuat
Wabup bersama Menpora Imam Nachrowi
Kalau anda dari luar KSB yang kebetulan datang ke daerah itu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid, jangan kaget ketika tiba-tiba anda sadar bahwa salah satu jamaah, bahkan imam dalam sholat subuh yang anda ikuti adalah Bupati. 

HW Musyafirin adalah 'Pejuang Subuh' yang secara rutin, (tanpa terjadwal dan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pengurus masjid dan masyarakat), keliling melakukan sholat subuh berjamaah ke masjid-masjid di wilayah KSB. 

"Kita hanya bisa melakukan ikhtiar sebaik-baiknya, soal hasil serahkan kepada Allah. Harus ada campur tanggan Allah dalam setiap ikhtiar yang kita lakukan," ujar HW Musyafirin, tokoh dibalik tagline pembangunan KSB 'Ikhlas Jujur Sungguh -sungguh - IJS' itu dalam berbagai kesempatan. 

KH Zulkifli Muhadli (Kyai Zul), mantan Bupati dua periode sebelum HW Musyafirin - Fud Syaefuddin menjabat, mengakui dan memuji kedeketakan duet pemimpin ini dengan rakyat. Saat berbincang dengan SumbawaKini disela-sela peringatan Harlah KSB ke 13, 20 Nopember 2016 lalu, Kyai Zul menyatakan bersyukur penerus kepemimpinanya dekat dengan rakyat yang dibuktikan dengan program - program pro rakyat yang digulirkan.

"Genap satu tahun perjalanan Kami memimpin rakyat Sumbawa Barat. Masih banyak yang harus kita lakukan dan kita benahi dan kami yakin itu tidak bisa kami lakukan berdua. Uluran tangan, pemikiran, saran dan kritik (dari masyarakat) sangat kami harapkan untuk menjadikan KSB lebih baik daro dan maju daripada hari kemarin. Terimakasih untuk seluruh rakyat yang sudah mendukung dan berbuat bersama kita dengan terus bekerja, bekerja dan bekerja untuk rakyat. Salam IJS," tulis Wakil Bupati, Fud Syaifuddin di akun facebook miliknya.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com