Sejumlah LSM Laporkan Bisnis MLM Talk Fusion ke Polisi - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 20 Februari 2017

Sejumlah LSM Laporkan Bisnis MLM Talk Fusion ke Polisi


Himbauan Gubernur NTB dan OJK
Waspadai penipuan berkedok investasi
Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Sejumlah pegiat LSM di Sumbawa Barat, Senin (20/2) pagi mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) setempat untuk melaporkan dugaan penipuan dibalik bisnis Talk Fusion yang saat ini sedang merebak di daerah tersebut.

Para pegiat LSM dimaksud, diterima oleh Kasat Reskrim Polres KSB, IPTU I Putu Agus Indra Permana S.Ik. Dalam laporan Nomor : 01/B/LSM Barema/II/2017, itu Kepolisian diminta untuk segera turun tangan melakukan pengusutan tentang dugaan penipuan dibalik bisnis Talk Fusion.

Fauzan Azima, Ketua LSM Barema, usai bertemu Kasat Reskrim, mengatakan merebaknya bisnis tersebut telah menimbulkan keresahan.  Masyarakat yang bergabung menjadi asociate diiming-imingi bonus mencapai miliaran rupiah, bahkan bonus kendaraan mahal buatan eropa yang hanya bisa didapat dalam tempo beberapa bulan setelah bergabung. 

"Akibat iming-iming itu, korban akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan uang agar bisa ikut bergabung, tanpa memikirkan resiko kerugian yang akan dialami. Padahal jumlah uang yang harus disetor tidak sedikit karena dihitung dengan nilai dolar amerika," jelas Fauzan.

Fauzan yang didampingi sejumlah pegiat LSM lainnya, menyatakan jika bisnis Talk Fusion merupakan bisnis legal, pasti akan didaftarkan secara resmi di Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan memiliki kantor resmi di KSB.  Tapi faktanya itu tidak dilakukan, sehingga patut diduga bisnis ini merupakan pembodohan kepada masyarakat dengan niat untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda dari para peserta (asociate) oleh oknum yang menjalankan bisnis tersebut. 

Para pegiat LSM usai melapor ke Polres KSB
"Bisnis ini tidak ubahnya dengan sejumlah bisnis 'money gambling' lain, seperti arisan berantai atau MMM (Manusia Membantu Manusia) yang sempat merebak di KSB. Tidak ada jaminan uang puluhan juta yang disetor akan kembali. Jadi sebelum terlambat dan merugikan masyarakat lebih banyak, kami minta agar Kepolisian segera turun mengusut bisnis ini," imbuh Fauzan.

Hal senada juga dikatakan, Zulkiefli Bujir, pegiat LSM lainnya. 

"Kita tidak mau masyarakat dibodohi. Masyarakat sudah cukup trauma dengan kasus arisan berantai tahun 2012, dimana puluhan miliyar uang masyarkat raib akibat ulah oknum yang hingga sekarang menghilang. Bisnis MLM seperti ini adalah pembodohan dan merusak mental masyarakat," cetusnya.

Kief menegaskan, bisnis MLM Talk Fusion, merupakan salah satu dari total sebanyak 262 bisnis MLM dan investasi bodong yang ditetapkan sebagai bisnis illegal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 7 Nopember 2016 lalu. Dalam rilis OJK itu, MLM Talk Fusion menempati urutan ke-83 dengan modus money gambling.

"Jadi dengan dasar penetapan sebagai bisnis illegal oleh OJK ini, Polisi sudah bisa bergerak untuk melakukan pengusutan dan menangkap oknum-oknum yang menggerakkan bisnis ini. Kami tidak ingin ketika sudah banyak masyarakat yang menjadi korban baru ada langkah yang diambil," tegas Kief.

Dalam laporan yang disampaikan, para pegiat LSM juga melampirkan sejumlah data tentang aktifitas bisnis Talk Fusion di KSB.

Talkfussion merupakan bisnis yang berbasis Multi Level Marketing (MLM) yang dijalankan secara online. Dari penulusuran tim SumbawaKini, di Sumbawa Barat, bisnis tersebut dikendalikan oleh oknum dari Banjarmasin yang tinggal menyewa kamar hotel di Maluk. Tidak hanya masyarakat biasa, bisnis ini juga sudah menyebar dan diikuti oleh sejumlah karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT). 

Mereka direkrut menjadi peserta (asociate) dengan cara diundang mengikuti kegiatan presentasi dan diiming-imingi dengan bonus miliaran rupiah bahkan mobil mahal. Asociate diwajibkan membeli paket produk dengan nilai termurah sebesar US$ 250 dan yang termahal mencapai harga US$ 1.499. harga tersebut belum termasuk biaya administrasi US$ 30 dan biaya bulanan US$ 35 yang wajib dibayar oleh asociate.(EZ/Jhon) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com