PT AMNT Cemari Lingkungan, DPRD KSB Murka - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 17 Februari 2017

PT AMNT Cemari Lingkungan, DPRD KSB Murka



Sumbawa Barat, (Sumbawakini)--Pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Amman Mineral
Nusa Tenggara (AMNT) membuat sejumlah  anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat murka.

Tidak tanggung-tanggung, kasus pencemaran Sungai Tongo Loka, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat ini, akan dibawak ke ranah hukum oleh DPRD setempat.

Berbagai persiapan telah mereka lakukan, mulai dari menggupulkan alat bukti, mendengar keterangan warga,  berkonsultasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan dalam waktu dekat berencana mendatangi Kementerian Pertambangan dan Energi pusat.

Pernyataan ini dilontarkan Masadi sekretaris komisi III DPRD KSB, Jumat (17/02/2017). "Hari ini kami telah berkonsultasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB, dan Jumat minggu depan kami ke Dinas Pertambangan NTB" ujarnya.

Dari hasil konsultasi tadi, DPRD KSB dan Dinas Lingkungan Hidup NTB sepakat akan menggugat PT AMNT melalui jalur hukum
karena telah melakukan tindakan pencemaran lingkungan yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia.  "Jumat depan kami juga akan ke Dinas Pertambangan dan ESDM NTB," tambahnya.

Kata Masadi, PT AMNT melakukan keteledoran fatal dengan tidak mengindahkan teguran dan anjuran pemerintah. "Meluapnya air asam tambang Dam Santong hingga mencemari sungai Tongo Loka adalah bentuk keteledoran perusahaan tambang emas dan Tembaga di Batu Hijau," tuding Masadi
.
Pemerintah sebelumnya pernah menegur dan menggigatkan perusahaan, dimana jika intensitas hujan tinggi  over flow air asam tambang meluap. Hanya saja, perusahaan sepertinya tidak mengindahkan anjuran ini sehingga air mencemari sungai. "Pencemaran ini tidak main-main, banyak nyawa manusia terancam," ujar politisi Nasdem ini.

Seperti diberitakan, management PT AMNT melalui pernyataan resmi yang diterima SumbawaKini minggu malam (12/2) mengakui terjadinya luapan air asam tambang si Dam Santong dan Tongoloka kecamatan Sekongkang yang mengalir ke Sungai Sejorong dan Sungai Tongoloka.

Beberapa hari sebelumnya, masyarakat desa setempat menemukan ikan, udang dan kepiting air tawar mati dijalur sungai dan disekitar pantai sekitar Desa Tongo yang diduga kuat karena terpapar air asam tambang (cep)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com