PT AMNT Akui Dam Air Asam Tambang Batu Hijau Meluap ke Sungai - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Minggu, 12 Februari 2017

PT AMNT Akui Dam Air Asam Tambang Batu Hijau Meluap ke Sungai

*Dewan Wacanakan Pansus, LSM Akan Lapor ke Polisi

Ikan mati di pantai Tongo
meluapnya air di dam Santong 3 dan dam Tongo Loka.
Sumbawa Barat (SumbawaKini) -
Management PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) mengakui dam Santong 3 dan Dam Tongoloka di Tambang Batu Hijau, di Desa Tongo Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, meluap dan berimbas ke sungai yang ada di lokasi tersebut.

Kedua dam itu merupakan dam penampung air asam tambang yang dipompa dari lubang pit (lubang tambang) PT AMNT di Batu Hijau.

“Dikarenakan telah terjadi peningkatan curah hujan sejak beberapa hari yang lalu
telah terjadi banjir baik di KSB maupun Sumbawa Besar termasuk daerah proyek Batu Hijau sehingga air di struktur pengendali sedimen (dam) Santong dan Tongoloka mengalami peningkatan air lebih dari biasanya dan mengalir ke dalam sungai Sejorong dan Tongoloka," ujar Ruslan Ahmad, General Supervisor dept Komunikasi PTAMNT, dalam keterangan resmi yang diterima SumbawaKini, Minggu malam (12/2).

Management AMNT memprediksi hingga beberapa hari ke depan curah hujan masih tinggi. Ruslan menyatakan dibawah pengawasan Pemda KSB dan instansi terkait, perusahaan itu telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian serta pemantauan dampak lingkungan yang diperlukan.
"Ini dilakukan dalam rangka meminimalkan dampak signifikan terhadap sungai Sejorong dan Tongoloka,".

"Pengendalian saat ini masih tetap dilanjutkan dan juga pemantauan kualitas air maupun biota di perairan Sungai Tongoloka dan Sungai Sejorong," imbuh Ruslan.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Desa Tongo menemukan ikan, udang dan kepiting mati di sungai dan pantai sekitar desa tersebut. Warga menduga itu disebabkan keracunan air asam tambang PT AMNT dan telah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Anggota Komisi III DPRD Sumbawa Barat, Amiruddin Embeng, mendesak management PTAMNT untuk terbuka terkait masalah ini, mengingat dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi lingkungan dan biota yang hidup di sungai maupun di laut.

"Kami sayangkan sikap tertutup AMNT. Ketika ada temuan masyarakat baru terbuka. Sekarang baru sungai laut dan ikan didalamnya yangbterdampak, kedepan bisa jadi manusia juga jadi korban mengingat sungai Tongoloka dan Sejorong menjadi sumber irigasi pertanian dan air bersih masyarakat," cetus Embeng.

Embeng menyatakan dirinya melalui Komisi III akam mengusulkan ke DPRD untuk dibentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki masalah ini secara konfrehensif.

"Ini masalah sangat serius, karena ada dugaan pelanggaran undang-undang pengelolaan lingkungan hidup dan imbasnya akan sangat berbahaya bagi masyarakat jika tidak di sikapi segera," tegas Embeng.

Secara terpisah, Direktur Yayasan Serikat Tani Pembangunan (YSTP) berencana akan melaporkan management PTAMNT ke Polres Sumbawa Barat atas dugaan pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan oleh perusahaan itu.

"Ini persoalan serius karena sudah sampai menimbulkan dampak ke lingkungan. Buktinya masyarakat telah menemukan banyak sekali ikan dan biota lainnya yang mati di sungai Tongoloka dan Sejorong," katanya.

Iwan juga sepakat agar DPRD membentuk pansus dan pemda turun tangan memanggil dan meminta klarifikasi segera dari management PTAMNT.

"Ini sejarah buruk dalam operasional tambang Batu Hijau," tandas Iwan.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com