OJK Dukung Penuh Polres KSB Selidiki MLM Talk Fusion - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 23 Februari 2017

OJK Dukung Penuh Polres KSB Selidiki MLM Talk Fusion

Pegiat LSM BARMA bersama Kepala OJK dan Komisioner KI NTB

Mataram (SumbawaKini) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat mendukung langkah Kepolisian Resort (Polres) KSB menyelidiki bisnis Multy Level Marketing (MLM) Talk Fusion yang merebak dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Dukungan OJK NTB itu disampaikan kepada sejumlah pegiat LSM Barisan Muda Membangun (BARMA) Sumbawa Barat dalam pertemuan di Kantor OJK NTB di Mataram, Kamis pagi (23/2).

"OJK mendukung penuh penyelidikan yang dilakukan Polres KSB dan mengapresiasi langkah yang ditempuh komponen masyarakat dalam upaya mengantisipasi bisnis money gambling seperti Talk Fusion merebak dan menimbulkan keresahan," ujar Ketua LSM BARMA, Fauzan Azima, kepada SumbawaKini usai pertemuan.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Komisioner Komisi Informasi NTB, Najamuddin Amy itu, Kepala OJK NTB, Yusri,  kata Fauzan, juga menegaskan bahwa Talk Fusion merupakan salah satu MLM yang masuk dalam daftar investasi Illegal (bodong) yang telah diumumkan lembaga tersebut pada Desember 2016 lalu.

"Beliau mengapresiasi bahwa LSM Barma   memiliki visi yang sama dengan OJK untuk memberantas investasi illegal. Beliau juga berjanji dalam  waktu dekat akan melakukan sosialisasi ke Sumbawa Barat terkait investasi illegal ini," imbuhnya.

LSM BARMA merupakan LSM yang telah melaporkan bisnis MLM Talk Fusion yang sedang marak di Sumbawa Barat ke Polres setempat awal pekan kemarin. LSM BARMA mendesak Kepolisian segera turun melakukan pengusutan karena merebaknya bisnis Talk Fusion telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Pihak Polres KSB sendiri telah menindaklanjuti laporan tersebut  dan telah mulai melaksanakan penyelidikan.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com