Medis Pantau Kesehatan Warga Tongo - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 21 Februari 2017

Medis Pantau Kesehatan Warga Tongo

Fahmi SKM, KUPT Puskesmas Tongo
Sumbawa Barat, (Sumbawakini.com)--13 orang warga Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dibawah pengawasan medis Puskesmas Tongo.

ke 13 warga tersebut, diketahui sempat mengkonsumsi ikan yang diambil dari sungai tercemar air asam tambang, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Batu Hijau.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (KUPT) Puskesmas Tongo, Fahmi SKM kepada Sumbawakini mengatakan, pihaknya mendapat informasi sekitar tanggal 9 Februari dari petugas Postu dusun Tatar. Saat itu juga pihaknya datang ke lokasi untuk mengecek kebenarannya.

Keesokan harinya, Petugas kesehatan langsung melakukan penyuluhan kesetiap dusun menghimbau warga tidak mengkonsumsi ikan dari sugai yang tercemar. "Kami dapat infomasih ada 13 orang warga dusun Tatar yang makan ikan sungai tercemar, kondisinya tetap kita pantau," ujar Fahmi.

Hingga hari ini (Selasa-Red), belum ada laporan warga yang mengalami kelainan fisik setelah mengkonsumsi ikan-ikan tadi. Walaupun demikian, kita tetap melakukan pemantauan," akunya.

Ditempat berbeda, Murdani, warga Tongo mengaku dirinya sempat memunggut ikan mati di Sungai, tetapi tidak berani mengkonsumsinya.

Dia khawatir kalau mengkonsumsi ikan tersebut akan berdampak pada kesehatannya. "Saya sempat memungut ikan dari sungai tapi saya berikan keteman," ujarnya.

Saat memungut ikan, dirinya sempat berpikir matinya ikan-ikan tersebut diluar kewajaran. dia langsung berpikir jika ikan-ikan yang dipungut dari sungai pasti akibat bahan kimia. "Banyak sekali ikan tuna besar mengelepar di pingir sungai," akunya.  (Cep)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com