Kurtubi : PT AMNT Segera Tanggulangi Pencemaran Lingkungan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Minggu, 26 Februari 2017

Kurtubi : PT AMNT Segera Tanggulangi Pencemaran Lingkungan

Dr. Kurtubi, SE, MSc, M.Sp
Sumbawa Barat, (Sumbawakini)--Meluapnya air asam tambang dari dua Dam penampungan milik operator tambang emas dan tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) di Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mengundang reaksi anggota DPR-RI dari komisi VII, Dr. kurtubi, SE.,MSc., M.Sp.

kepada Sumbawakini.com, Kurtubi yang duduk di komisi pertambangan ini mengaku kaget atas kejadian ini. "Saya baru dengar ini mas," katanya via telepon, Minggu (26/2/2017).

Anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat ini meminta operator tambang Batu Hijau segera bertindak menanggulangi pencemaran ini.

"Perusahaan harus mengambil langkah kongkrit secepat mungkin, agar kejadian tidak berdampak luas,"ucapnya.

Kerusakan fisik yang ditimbulkan atas kejadian ini harus segera ditanggulangi, jangan sampai berlarut-larut karena bisa berakibat fatal bagi lingkungan hidup.

Kata dia, semua perusahaan tambang di dunia ini dimanapun berada, memiliki dampak terhadap lingkungan, tetapi dampak ini harus diminimalisir oleh perusahaan itu sendiri.

Diujung pembicaran telepon, Kurtubi meminta waktu untuk mencari informasi tentang pencemaran ini. "Saya baru dengar ini mas. Saya minta waktu untuk mencari kebenaran informasi ini," pintanya.

seperti telah diberitakan, Dam Tongoloka dan Dam Santong 3, lokasi penampungan air asam tambang milik PT AMNT di desa Tongo meluap pada tanggal 2 dan 3 Februari lalu.

Luapan air asam tambang ini telah mencemari dua sungai besar, yaitu sungai Tongoloka dan Sejorong. Pencemaran ini mengakibatkan biota sungai ditemukan mati hampir disepanjang aliran sungai. 

Sementara itu, Management PTAMNT dalam pernyataan resmi yang dikirim kepada SumbawaKini, menyatakan tingginya curah hujan menjadi penyebab kondisi tersebut.

“Dikarenakan telah terjadi peningkatan curah hujan sejak beberapa hari yang lalu, telah terjadi banjir baik di KSB maupun Sumbawa Besar termasuk daerah proyek Batu Hijau sehingga air di struktur pengendali  sedimen (dam) Santong dan Tongoloka mengalami peningkatan air lebih dari biasanya dan mengalir ke dalam sungai Sejorong dan Tongoloka," ujar Ruslan Ahmad, General Supervisor dept Komunikasi PTAMNT, dalam keterangan resmi yang diterima SumbawaKini, Minggu malam (12/2/2017). (cep)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com