Komisi III Akan Usulkan Pencabutan Proper Hijau PTAMNT ke Kemen LH - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 20 Februari 2017

Komisi III Akan Usulkan Pencabutan Proper Hijau PTAMNT ke Kemen LH


Biota air yang ditemukan mati di Sungai Tongo
Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Komisi III DPRD Sumbawa Barat memastikan akan membawa kasus dugaan pencemaran lingkungan oleh air asam tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) ke proses hukum. 

"Kita tinggal menunggu hasil koordinasi dan konsultasi dengan kementerian lingkungkungan hidup (Kemen LH) dalam minggu ini. Jika data-data dan hasil koordinasi sudah lengkap, proses hukum akan kami lakukan," ujar Wakil Ketua Komisi III, Amiruddin Embeng, kepada SumbawaKini, Senin (20/2).

Selain koordinasi dan komunikasi, kata Embeng, dalam pertemuan dengan Kemen LH yang dijadwalkan pada Selasa (21/2) besok, Komisi III juga akan meminta kementerian terkait untuk meninjau kembali proper hijau (penghargaan dalam bidang pengelolaan lingkungan) yang telah diberikan kepada perusahaan tambang yang berlokasi di Batu Hijau Kecamatan Sekongkang itu. 

"Kasus ini terbukti akibat kelalaian management PTAMNT yang tidak melakukan antisipasi, sehingga air asam tambang meluap ke sungai. Temuan ikan dan biota lainnya yang mati oleh masyarakat  Desa Tongo, saya kira cukup menjadi dasar bagi Kementerian LH untuk meninjau kembali proper hijau itu," tegasnya. 

Hal senada juga ditegaskan, Anggota Komisi III, Andi Laweng. Menurutnya, pencabutan penghargaan proper hijau merupakan sanksi yang sepadan atas kelalaian yang telah dilakukan PTAMNT dalam pengelolaan air asam tambang.

"Ya kami akan minta ke Kemen LH untuk meninjau kembali penghargaan tersebut, karena terbukti ada kelalaian dibalik kasus ini dan telah meresahkan masyarakat, baik masyarakat Tongo maupun nelayan dan petani rumput laut," ujar Andi Laweng.

Amiruddin Embeng
Kesimpulan mengenai adanya unsur kelalaian management PTAMNT dibalik kasus meluapnya air asam tambang yang diduga mencemari sungai Sejorong dan Tongoloka,  Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, kata Andi Laweng, tidak hanya menjadi kesimpulan Komisi III DPRD Sumbawa Barat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, juga memiliki kesimpulan yang sama. Itu terlihat dalam laporan dan rekomendasi yang ditandatangani kepala DLH KSB, tertanggal 12 Februari 2017 yang ditandatangani kepala dinas terkait, Amir ST.

Pada point 2 (dua) laporan dan rekomendasi tersebut, tertulis : "Pada tanggal 7 Januari 2017 terjadi overflow yang menyebabkan terjadinya limpasan air asam tambang ke permukaan dan sesuai data dan laporan serta hasil pemantauan di PTAMNT terjadi pembuangan air asam tambang dibawah baku mutu yang disebabkan oleh kelalaian dalam bentuk tidak optimalnya proses pengapuran (CaCO2) sebagai penetral Ph".

Di point 3 laporan dan rekomendasi itu tertulis : "Terhadap temuan lapangan berupa adanya biota air (ikan sidat/tuna dan ikan) kemungkinan besar disebabkan  oleh tercemarnya air sungai Tongoloka oleh air limpasan air asam tambang yang memiliki pH rata - rata 4,5 dengan kategori dibawah baku mutu (pH dibawah 6 %)".

"Laporan dan rekomendasi dari DLH KSB ini saya kira bisa menjadi dasar bagi Kemen LH untuk meninjau kembali proper hijau yang telah diberikan kepada PTAMNT," tandasnya.

Seperti diketahui PT Newmont Nusa Tenggara (sebelum menjadi PTAMNT) telah enam kali berturut-turun mendapatkan penghargaan Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup. Terakhir perusahaan itu meraih Proper Hijau pada tahun 2011. 

Ada lima peringkat yang ditetapkan dalam penilaian Proper, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam. Peringkat hijau berarti suatu perusahaan telah melakukan upaya pengendalian kemungkinan pencemaran dalam melindungi lingkungan dan kinerja perusahaan tersebut telah sesuai bahkan lebih baik dari peraturan yang berlaku.(EZ)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com