Komisi III : Ada Unsur Kelalaian Dibalik Dugaan Pencemaran Air Asam Tambang PTAMNT - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Rabu, 15 Februari 2017

Komisi III : Ada Unsur Kelalaian Dibalik Dugaan Pencemaran Air Asam Tambang PTAMNT


Ikan yang ditemukan mati di Pantai sekitar
Desa Tongo Kecamatan Sekongkang
Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Komisi III DPRD Sumbawa Barat, menyimpulkan ada unsur kelalaian dari management PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) terkait kasus meluapnya air asam tambang dari Dam Santong 3 dan Tongoloka yang mengalir ke Sungai Tongoloka dan Sejorong, Desa Tongo Kecamatan Sekongkang. 

Sekretaris Komisi III, Masadi SE, kepada SumbawaKini, Rabu (15/2), menyatakan hasil inspeksi lapangan yang telah dilaksanakan Komisi yang membidangi masalah pertambangan dan lingkungan hidup itu ke lokasi pada Selasa (14/2) menyimpulkan adanya unsur kelalaian tersebut. 

"Tidak ada antisipasi yang dilakukan oleh pihak PT AMNT padahal curah hujan yang tinggi dan prakiraan cuaca yang menunjukkan intensitas hujan yang tinggi itu sudah diketahui sebelumnya," ujar Masadi. 

Politisi yang juga Sekretaris DPC Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sumbawa Barat itu, mengakui data hasil uji laboratorium air  dari PTAMNT menujukkan tingkat pencemaran masih dibawah ambang batas baku mutu air yang tercemar, yakni dibawah 5 persen bahkan 4 persen.  Sesuai ketentuan Undang - Undang Nomor 32 tahun 2009, ambang batas minimal baku mutu berada diatas 6 persen dengan toleransi 7 - 9 persen. 

Namun dari penelusuran dari saksi mata pihak kecamatan Sekongkang, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sekongkang, kata Masadi, menyatakan kondisi fisik dan visual terlihat air bau asam dan keruh serta biota sungai (ikan, udang dan kepiting) mengalami kematian.

"Samplenya sudah diambil dan diamankan oleh Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," sebutnya.

Masadi SE
Ia mendesak agar Mangement PTAMNT tidak lagi mengkambinghitamkan faktor cuaca sebagai penyebab kejadian tersebut, padahal unsur kelalaian terlihat nyata. 

"Kami dari Komisi III menyayangkan Perusahaan sekelas PTAMNT bersikap teledor dalam hal yang sangat sensitif ini," cetusnya.  

Komisi III sendiri menganggap persoalan ini sangat serius dan harus segera disikapi. Karenanya, Komisi III juga mendukung pihak- pihak yang concern di bidang lingkungan hidup untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. 

Komisi terkait saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan terkait kasus tersebut, termasuk akan menjalin koordinasi dengan pihak terkait dalam menyikapi persoalan dugaan pencemaran itu.

"Kami telah menjadwalkan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB pada kamis dan jum'at besok dan Senin depan ke Kementrian Lingkungan Hidup. Setelah proses ini selesai kami  akan menerbitkan rekomendasi," demikian Masadi. 

Sementara itu, Management PTAMNT dalam pernyataan resmi yang dikirim kepada SumbawaKini, menyatakan tingginya curah hujan menjadi penyebab kondisi tersebut. 

“Dikarenakan telah terjadi peningkatan curah hujan sejak beberapa hari yang lalu, telah terjadi banjir baik di KSB maupun Sumbawa Besar termasuk daerah proyek Batu Hijau sehingga air di struktur pengendali sedimen (dam) Santong dan Tongoloka mengalami peningkatan air lebih dari biasanya dan mengalir ke dalam sungai Sejorong dan Tongoloka," ujar Ruslan Ahmad, General Supervisor dept Komunikasi PTAMNT, dalam keterangan resmi yang diterima SumbawaKini, Minggu malam (12/2).

"Dibawah pengawasan Pemda KSB dan instansi terkait, perusahaan telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian serta pemantauan dampak lingkungan yang diperlukan. Ini dilakukan dalam rangka meminimalkan dampak signifikan terhadap sungai Sejorong dan Tongoloka,".

"Pengendalian saat ini masih tetap dilanjutkan dan juga pemantauan kualitas air maupun biota di perairan Sungai Tongoloka dan Sungai Sejorong," imbuh Ruslan.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com