Kasus Pencemaran Lingkungan PT AMNT Di Polisikan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 28 Februari 2017

Kasus Pencemaran Lingkungan PT AMNT Di Polisikan

Kasat Reskrim KSB, Iptu I Putu Agus Indra Permana S.Ik

Sumbawa Barat, (Sumbawakini)--Kasus meluapnya air asam tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang mencemari dua sungai besar di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, berbuntut panjang.

Operator  tambang emas dan tembaga yang baru beberapa bulan beroperasi menggantikan operator lama PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) ini, dilaporkan oleh dua warga Sumbawa Barat, masing-masing Iwan Irawan dan Nasruddin AF.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat, Iptu I  Putu Agus Indra Permana, S.Ik kepada sejumlah wartawan membenarkan adanya laporan tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polisi telah mengambil keterangan pelapor. "Kemarin (Senin 27 Februari-Red) Pelapor sudah kami minta keterangannya," ujar Kasat Reskrim.

Atas dasar laporan ini, Polisi berencana memanggil sejumlah warga untuk dimintai keterangannya  terkait pencemar tersebut. "Usai mendengar keterangan pelapor, besok kami layangkan surat penggilan terhadap sejumlah warga untuk dimintai keterangannya," sebut Indra.

Menurut Kasat eskrim,  IPTU Indra , berdasarkan keterangan pelapor, dugaan sementara akibat meluapnya air asam tambang, dimana sejumlah spesies ikan mati mendadak di daerah aliran sungai Tongoloka dan Sejorong.

"Kepolisian juga butuh keterangan dari warga sekitar sebagai informsi tambahan dari kasus ini," paparnya.
Lebih jauh lagi,  Kasat Reskrim itu menambahkan, belum ada rencana polisi akan memanggil pihak perusahaan untuk klarifikasi kasus ini.

"Kami masih meminta keterangan orang-orang sekitar dulu untuk mengungkap kasus ini.
Setelah semua keterangan terkumpul, selanjutnya kami memanggil pihak perusahaan untuk meminta keterangan," pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus meluapnya air asam tambang resmi di laporkan oleh, Iwan Irawan, dan Nasruddin pada tanggal 17 Februari lalu. Keduanya Senin 27 Februari telah dimintai keterangan oleh penyidik.  (cep/jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com