Ini Hasil Pertemuan PT Corby dengan Pemkab Sumbawa Barat - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Rabu, 22 Februari 2017

Ini Hasil Pertemuan PT Corby dengan Pemkab Sumbawa Barat

Lee Hyeong, Senior Director PT Corbi (Baju hitam)

Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Pertemuan antara management PT Corby dengan Pemkab Sumbawa Barat membuahkan hasil.

Dalam pertemuan itu ada beberapa pembahasan, diantaranya, perubahan kontrak peminjaman tanah milik pemda dari 20 tahun menjadi 31 tahun, paska keluarnya Permen ESDM tanggal 3 Februari 2017 lalu.

Penandatanganan kontrak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTBm) di Kabupaten Sumbawa Barat dan perubahan pengamanan pasokan bahan baku PLTBm (penyediaan perkebunan) dan terakhir, rencana realisasi investasi yaitu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) - interkonek dengan gardu induk milik PT PLN yang ada di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.

Aditya Firmansyah dari Staff Bisnis Department of Convergence PT Corby mengatakan, terkait masalah penggunaan lahan milik pemda dengan adanya perubahan terutama dari 20 tahun menjadi 31 tahun itu, di setujui oleh peserta forum, hanya saja ada beberapa persyaratan.

"Terkait persyaratan, saya belum bisa berkomentar lebih jauh karena akan di tuntaskan internal perusahaan, sesuai apa yang di ajukan oleh pemerintah kepada kami," ujarnya.

Terkait penandatanganan proyek pembangunan PLTBm, Aditya mengatakan, belum ada penandatanganan kontrak, Karena akan ada survey lebih lanjut yang di lakukan oleh top management PT Corby dari Korea dan di dampingi oleh Pemkab Sumbawa yang dalam hal ini akan di wakili oleh perusda. "Dua belah pihak akan turun bersama," katanya.

Disinggung mengenai rencana dari realisasi investasi, staff pada Bisnis Department of Govergence PT Corby itu menjawab, kalau arah itu belum pasti, karena masih banyak hal-hal serta persyaratan yang harus di urus. "Kami belum tau kapan realisasinya," demikian Aditya Firmansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Drs Hajamuddin MM mengatakan, Pemda menyetujui revisi atau adendum kerjasama dengan PT Corby itu terutama pada penggunaan tanah.

"Tidak menyetujui saja, tetapi ada juga persyaratan yang kami ajukan," imbuhnya. 

Adapun persyaratan yang di ajukan oleh pemda pada rapat itu lahan tetap mengacu kepada Peraturan Mentri ESDM, Peraturan Mentri Dalam Negeri serta peraturan bupati dan keputusan bupati kabupaten sumbawa barat. 

Selain itu,  kontribusi tetap pertahun dan segala yang tertuang dalam SPK di lakukan evaluasi setiap lima (5) tahun. Pemerintah Daerah memperolah sebesar 10 persen dari laba bersih dan terakhir, ketika masa kontrak berakhir semua aset menjadi milik pemda. 

Untuk PLTBm,  pemda mengajukan tiga syara, yaitu, diperlukan kerjasama antara konsorsium korea selatan dengan perusahaan daerah yang diawali dengan penandatanganan MoU menyetujui Bupati Kabupaten Sumbawa Barat. 

Kedua, Perusda Sumbawa Barat membutuhkan waktu dua (2) minggu sejak pertemuan untuk melakukan survey dan kajian terhadap ketersediaan bahan baku biomasa. Terakhir, khusus lahan seluas 500 Ha bagi penyediaan tanaman sebagai bahan baku perusahaan daerah melakukan koordinasi dengan KPH Sejorong. 
"Syarat itu kita ajukan semata-mata untuk kepentingan daerah," pungkasnya.

Pada rapat itu, hadir Asisten II, Kabag Pemerintahan, Bagian Aset, Bappeda, Kepala DPMPPST serta petinggi management PT Corby. Pertemuan berlangsung di aula Bappeda KSB, Selasa (22/2) kemarin (Jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com