Demi Pasien Cuci Darah di Pulau Sumbawa, RSUD Asy Syfa Jalin Kerjasama dengan BPJS - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Minggu, 12 Februari 2017

Demi Pasien Cuci Darah di Pulau Sumbawa, RSUD Asy Syfa Jalin Kerjasama dengan BPJS

Wabup KSB, Fud Syaefuddin didampingi Sekda Abdul Azis berfoto bersama pasien pertama cuci darah di RSUD Asy Syfa

Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Management RSUD Asy Syfa menargetkan seluruh pasien cuci darah dari Pulau Sumbawa bisa dicover untuk mendapatkan pelayanan. Dengan demikian pasien dan keluarganya tidak  perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan pelayanan yang sama ke Pulau Lombok atau Pulau Jawa. 

Untuk merealisasikan target tersebut, management RSUD saat ini sedang menjajaki kerjasama dengan BPJS, agar pasien bisa mendapatkan kemudahan dalam hal pembiayaan.

"Insyaallah tanggal 17 Februari mendatang MoU dengan BPJS akan ditandagani. Dengan demikian beban pasien bisa berkurang. Setelah ada MoU maka RSUD Asy Syfa akan menjadi pusat rujukan cuci darah untuk masyarakat Pulau Sumbawa, karena baru satu-satunya di Pulau Sumbawa yang memiliki fasilitas cuci darah," jelas Ns Ida Ellyza S.Kep MM, Kabid Pelayanan RSUD, Asy Syfa, kepada SumbawaKini, Minggu (12/2). 

Ida mengungkapkan, untuk sekali cuci darah, pasien minimal harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 800 ribu (tanpa komplikasi penyakit). Sementara untuk pasien dengan kondisi penyakit yang parah (kompilkasi) pasien harus menjalani cuci darah rutin minimal satu kali per minggu. 

Ida Ellyza
"Belum lagi biaya hidup yang mesti di tanggung keluarga pasien jika harus menjalani cuci darah di luar daerah. Jadi dengan keberadaan alat ini di RSUD Asy Syfa banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh pasien dan keluarganya," jelasnya.

"Manfaat yang lebih besar dari semua mamfaat keberadaan mesin Hemodialisa ini adalah menyelamatkan nyawa pasien emergency, karena bila harus dirujuk apalagi dan rujukan ditunda akibat kendala biaya dari pihak keluarga, resiko pasien meninggal akan lebih besar. Itu terjadi karena racun menyebar dengan cepat sampai ke otak akibat ginjal yg tdk berfungsi," tambah Ida Elyza.

Pihak management RSUD Asy-Syfa Sumbawa Barat, juga menyiapkan sejumlah personil khusus untuk menunjang operasional mesin Hemodialisa (HD - mesin cuci darah) yang dioperasikan di rumah sakit terakreditasi pertama di Pulau Sumbawa itu sejak 11 Februari.

"Selain tekhnisi khusus mesin, kami menyiapkan konsultan ginjal hipertensi, satu orang dokter spesialis penyakit dalam, satu orang dokter umum dan tiga orang perawat. Rencananya tahun 2017 ini kami akan menambah satu orang perawat lagi yang sedang diikutkan pelatihan HD di RSUP Sanglah, Bali," ungkapnya.   

Keberadaan mesin HD ini di RSUD Asy Syfa, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ida mengungkapkan, sehari setelah resmi dioperasikan, sudah terjadwal empat orang pasien dari Sumbawa Barat yang akan rutin menjalani perawatan cuci darah. Para pasien tersebut sebelumnya merupakan pasien yang rutin melaksanakan cuci darah di rumah sakit di Pulau Lombok.(EZ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com