Hatta : Perlu Dibentuk Team Pencari Fakta - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Sabtu, 25 Februari 2017

Hatta : Perlu Dibentuk Team Pencari Fakta

Kasus Air Asam Tambang Cemari Sungai

 
Muhammad Hatta
Sumbawa Barat (Sumbawakini)---Kasus meluapnya air asam tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kawasan Tambang Batu Hijau, Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, terus mengelinding ditengah masyarakat.

Berbagai kalangan angkat bicara mengecam kasus yang telah mencemari sungai Tongoloka dan Sejorong. 

Kasus pencemaran lingkungan yang terjadi pada awal bulan Februari 2017 ini, selain mencemaskan warga disekitar aliran sungai, warga pesisir pun dibuat khawatir akan dampak zat kimia mematikan ini.
 
Terhadap kecemasan yang kian meluas ini, berbagai kalangan berharap kepada pemerintah Sumbawa Barat,  provinsi dan pusat segera turun tangan  menyikapi masalah serius tersebut. 

Muhammad Hatta, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Barat dari Partai Amanat Nasional menyarankan,  pemerintah membentuk Team Pencari Fakta (TPF) untuk mengetahui mengapa pencemaran ini bisa terjadi, kadar baku mutu air, apa saja dampak terhadap lingkungan,  dampak terhadap kesehatan masyarakat, baik fisik maupun fsikis, serta dampak-dampak lainnya. 

Politisi muda ini juga mengusulkan agar TPF yang dibentuk melibatkan berbagai kalangan, diantaranya, akademisi dengan menggandeng Universitas, lembaga pemerhati lingkungan yang indevenden, masyarakat sekitar, wartawan, aparat kepolisian atau kejaksaan, ahli kesehatan, ahli lingkungan, dan pemerintah itu sendiri.

Menurut Hatta, kasus tercemarnya sungai di sekitar Batu Hijau akibat air asam tambang bukan yang pertama kali terjadi, hanya saja, baru kali ini terekspos dan diakui oleh management operator tambang itu sendiri. 

Jika TPF terbentuk, dimana anggotanya orang-orang ahli dan indevenden, maka kita akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dampak apa yang ditimbulkan. "Selama ini uji sample baku mutu air asam tambang dilakukan oleh operator itu sendiri, jelas hasilnya tidak akan faer," tudingnya.

Dengan dibentuknya TPF, pemerintah akan memiliki data pembanding karena sample air asam tambang akan diuji di laboratorium indevenden bukan lagi di lab perusahaan. 

selain itu, TFP juga akan melakukan pendataan rinci berapa kerugian yang ditimbulkan oleh pencemaran ini.  "Semua data kerugian, baik kerugian lingkungan, kesehatan warga dan kerugian lain yang ditimbulkan akan terlihat secara detail," ujar Hatta kepala Sumbawakini.com.

Seperti diberitakan, kasus meluapnya air asam tambang PT AMNT mengakibatkan dua sungai besar di wilayah kecamatan Sekongkang tercemat.

Pencemaran ini mengakibatkan ikan dan biota yang hidup disungai Tongo dan Sejorong ditemukan mati karena air sungai mengandung zak beracun. 

Pihak Managemen PT AMNT, operator tambang  yang baru beberapa bulan menggantikan posisi PT Newmont Nusa Tenggara telah mengakui meluapnya air asam tambang di Dam Santong dan Dam tongoloka
Menurut Managemen AMNT, meluapnya air asam tambang  karena tingginya curah hujan sehingga Dam tidak mampu menampung debit air hujan dan mengalir ke sungai Sejorong dan Tongoloka. (jay)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com