79 Persen Holtikultura KSB di Pasok Dari Luar Daerah - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 06 Februari 2017

79 Persen Holtikultura KSB di Pasok Dari Luar Daerah


Sumbawa Barat, (Sumbawakini) -- Dalam rangka mendorong pertumbuhan angka petani hortikultura sekaligus memantapkan niat Kabupaten Sumbawa Barat sebagai kabupaten mandiri horti, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Barat, melakukan pengecekan terhadap Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura yang ada di Kecamatan Poto Tano, Senin (6/6) kemarin. 

Usai mengunjungi BBI Horti, Komisi II memantau kebun horti milik masyarakat, Rustam (46) warga Desa Poto Tano yang belakangan mulai di perbincangkan karena tanaman horti miliknya tumbuh subur. 

Saat melakukan kunjungan ke BBI, Komisi II di terima langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan selakigus menjabat sebagai Plt Kepala dinas, Marlin Hardi S. Pi., M. Si, Kepala Bidang Pertanian Horti, serta pegawai setempat.

Pada kegiatan kunjungan kerjanya itu, Komisi II menyampaikan beberapa hal penting salah satu meminta kepada dinas pertanian untuk mengembalikan dan memaksimalkan fungsi dari BBI itu sendiri. 

"Sejatinya BBI Horti ini menjadi contoh bagi masyarakat. Yang terjadi sekarang, BBI Horti terkesan mengikuti pola masyarakat," terang ketua Komisi II, Aheruddin Sidik SE., ME.

Karena BBI Horti ini terkesan mati suri, pihaknya meminta Dinas Pertanian segera bekerja dan menggairahkan BBI Horti itu kembali. 

Politisi PKPI itu menegaskan, Komisi II siap membantu segala sarana dan prasana serta infrastruktur pendukung. Tetapi, dengan satu syarat harus mampu menunjukkan prestasi yaitu mampu memberi contoh kepada masyarakat mengenai kehortian. Karena, menurut Aher BBI Horti merupakan ujung tombak. 

"Yang kami lihat, dari delapan hektar tanah BBI Horti, hampir semuanya di manfaatkan untuk tanam jagung. Kalau seperti itu, masyarakat juga tahu," ujarnya.

BBI Horti, sambung Aher kalah dengan masyarakat yaitu Rustam (46). Pria paruh baya ini berhasil mengoptimalkan lahannya dengan menanami cabai, tomat, terong dan tumbuhan horti lainnya dan tumbuh subur.

"Masak kalah dengan warga. Padahal BBI Horti memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan hebat," imbuhnya. 

Sementara itu, Abidin Nasar meminta agar BBI Horti segera di bangkitkan lagi. Pasalnya, usulan anggota Komisi II saat bertemu dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengembalikan program Hortipark ke Kabupaten Sumbawa Barat di tahun 2017 ini mendapat respon positive. 

"Pemprov meminta, kalau memang KSB serius, segera ajukan proposal permintaan. Itu hasil inti dari pertemuan kami belum lama ini," bebernya.

Oleh karena itu, Komisi II mendorong Pemkab Sumbawa Barat melalui leading sektor terkait merespon, karena ini merupakan peluang apalagi KSB berniat menjadi daerah mandiri horti.

"Jika KSB mandiri pangan, maka inflasi dapat di turunkan," singkatnya.

Selama ini, tandas Abidin 79 persen horti di KSB masih bergantung dari pasokan luar daerah dan hanya 21 persen pasokan dalam daerah.

"Kami harap, BBI Horti segera beri contoh sambil pemkab mencari cara dan formulasi untuk merangsang petani horti," demikian Abidin.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan, Marlin Hardi SP. M. Si mengakui kelemahan BBI horti saat ini dan mengatakan pihaknya sanggup untuk menggairahkan lagi BBI Horti. 

"Kami akan mulai dari BBI Horti. Kalau ini dapat menjadi contoh, maka dengan sendirinya masyarakat akan tergerak," pungkasnya. (jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com