Sejak 2009, PDAM KSB Baru Sekarang Lakukan Penyesuaian Tarif - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 10 Januari 2017

Sejak 2009, PDAM KSB Baru Sekarang Lakukan Penyesuaian Tarif


Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Pemerintah Daerah Sumbawa Barat, akhirnya melakukan penyesuaian tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat berdasarkan SK Bupati Sumbawa Barat Nomor 2975 Tahun 2016 tanggal 5 Desember 2016. 
Penyesuaian tarif air PDAM itu merupakan yang pertama dilakukan Pemerintah Daerah sejak PDAM Sumbawa Barat terbentuk pada tahun 2009.

Direktur Utama PDAM Sumbawa Barat, Bambang ST, kepada SumbawaKini, Selasa (10/1), menyatakan tarif baru itu akan mulai berlaku per Januari 2017 ini dan ditagihkan pada Februari 2017.  

Bambang menjelaskan penyesuaian tarif itu terpaksa dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja pelayanan karena tarif yang berlaku sebelumnya tidak relevan lagi sehubungan dengan melonjaknya biaya operasional (komponen biaya) akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan tarif dasar litrik (TDL), harga bahan kimia dan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK). 

Penyesuaian tarif berlaku untuk seluruh kelompok pelanggan, mulai dari kelompok 1  (penerima subsidi) meliputi kelompom sosial A - D dan rumah tangga A dengan harga penyesuaian berkisar antara Rp. 1700 (untuk pemakaian 0-10 meterkubik per bulan) sampai Rp 3.500 per meter kubik (diatas 20 meter kubik per bulan). Kelompok II (non subsidi) meliputi rumah tangga B - D serta instansi pemerintah kabupaten dengan tarif penyesuian sebesar Rp 2.050 (dibawah 20 meter kubik per bulan) sampai yang tertinggi sebesar Rp. 6.000 per meter kubik (diatas 20 meter kubik per bulan). 

Bambang ST
Serta Kelompok III (non subsidi) meliputi instansi milik pemerintah provinsi, niaga kecil, niaga sedang, hotel melati dan industri dan niaga besar dengan besaran tarif penyesuaian Rp 2.500 (dibawah 20 meter kubik per bulan) sampai Rp 7.500 per meter kubik (untuk pemakaian diatas 20 meter kubik per bulan). 

"Kami mengharapkan pengertian pelanggan, penyesuaian ini dilakukan semata-mata karena biaya operasional,  yang terus meningkat dan disatu sisi jumlah pelanggan dan luas wilayah yang mesti dijangkau pelayanan terus meningkat," ungkap Bambang. 

Selain biaya operasional, biaya produksi yang mesti ditanggung PDAM dari waktu ke waktu terus meningkat, sebagai akibat dari kenaikan harga BBM, bahan kimia dan kenaikan TDL. Saat ini biaya produksi air bersih mencapai Rp 4.750 per meter kubik. 

Jika dilihat dari konstruksi penyesuaian tarif yang dilakukan, kata Bambang, hanya pelanggan Non subsidi (Instansi Pemkab, Pemprov, Industri dan Niaga Besar) yang nilainya diatas biaya produksi per meter kubik. Sementara jumlah pelanggan yang masuk kelompok tersebut tidak lebih dari 2 persen dari total sekitar 11.000 pelanggan PDAM Sumbawa Barat saat ini.

"Sebagian besar pelanggan kita masuk golong subsidi (kelompok sosial dan rumah tangga) yang mencapai 70 persen dari total jumlah pelanggan yang ada," demikian Bambang.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com