Majukan Investasi, Pemda Warning Aparatur Soal Pungli - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 03 November 2016

Majukan Investasi, Pemda Warning Aparatur Soal Pungli

Suasana Dermaga Labuhan Lalar. Dermaga ini telah diusulkan masuk jalur tol laut nasional

Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Pemerintah Daerah menginstruksikan kepada seluruh aparatur dan pejabat disemua dinas untuk tidak melakukan pungli dalam bentuk apapun kepada investor yang akan masuk berinvestasi di Sumbawa Barat. Instruksi itu juga berlaku dalam segala bentuk pelayanan yang dilaksanakan aparatur pemerintah daerah kepada masyarakat. 

"Kami sudah mengingatkan kepada aparatur dan dinas terkait bahwa tidak boleh ada pungli. Mari kita terima mereka (investor) dulu, Insyaallah ketika mereka beroperasi akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujar Wabil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin. 

Fud Syaifuddin
Wabup menegaskan, paradigma itu sengaja di bangun untuk menghilangkan image tidak baik terhadap dunia investasi di Sumbawa Barat yang sedang diperjuangkan untuk terus maju dan berkembang. 

"Mustahil kita harapkan maju kalau aparatur dan masyarakat tidak mendukung. Alhamdulillah sekarang sudah mulai ada kemajuan, dan mari kita jaga bersama agar masyarakat dari luar mau berinvestasi di daerah ini dan masyarakat bisa menikmati manfaat dari keberadaan investasi itu," tegasnya.

Terkait investasi, Wabup mengungkapkan, keberadaan Pelabuhan Lalar, Taliwang dan Bandar Udara Sekongkang, menjadi salah satu fasilitas milik Pemerintah Daerah yang saat ini tengah dilirik para investor. 

Pemda sendiri, katanya, telah mengusulkan agar Pelabuhan Lalar, masuk dalam jalur tol laut nasional. Keinginan Pemda tersebut bahkan telah direstui Gubernur NTB dengan menerbitkan surat rekomendasi yang telah diserahkan kepada Kementerian Perhubungan.

"Insyaallah dalam minggu depan saya akan dipanggil oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman, sesuai janji Menko saat kami bertemu di Batu Hijau beberapa hari lalu. Mereka akan mempertemukan kita dengan Kementerian perhubungan untuk mendiskusikan sejauh mana bisa tidaknya Pelabuhan Lalar ini masuk dalam jalur tol laut nasional," ungkap Wabup. 

Ia mengakui fasilitas yang dimiliki Pelabuhan Lalar masih belum memadai sehingga masih butuh pengembangan agar pelabuhan yang telah dibangun sejak 2008 itu, bisa segera dimanfaatkan dan mendatangkan kontribusi bagi masyarakat. Wabup menyebut, keberadaan bukit tidak jauh dari pelabuhan area tambat yang harus dipapas (diratakan) untuk memperlebar area pelabuhan.

Pemda telah menjalin kerjasama dengan sebuah perusahaan nasional yang akan mengembangkan Pelabuhan Lalar sebagai pelabuhan multi fungsi. Selain untuk pelabuhan penumpang, Pelabuhan Lalar, kata Wabup juga akan dikembangkan menjadi pelabuhan barang dan peti kemas, juga sebagai dermaga labuh untuk kapal tanker pengangkut BBM. 

"Untuk tahap awal, Kapal cepat Datu Seran yang telah tiba di KSB akan menjadi yang pertama memanfaatkan pelabuhan tersebut. Tapi memang dermaga tersebut harus kita set (dikembangkan) kembali agar memenuhi standar sesuai peruntukkannya nanti," jelas Wabup.

Bandara Sekongkang
Sementara untuk Bandara Sekongkang, Pemerintah Daerah saat ini sedang dalam proses menghibahkan bandara tersebut ke Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk dikelola. Meski dalam perjalanannya ada sejumlah investor yang telah menyatakan minatnya untuk mengelola sendiri Bandara tersebut. Tetapi bagi Pemda untuk Pelabuhan Lalar dan Bandara , siapa yang cepat dan serius itu yang akan diberikan ijin. 

"Kita ingin bagaimana bisa segera berfungsi. Kita tidak berbicara keuntungan finansial, tetapi keuntungan agar seluruh sektor ekonomi bisa terkoneksi, dengan demikian angka inflasi bisa ditekan dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa berkembang. Karena kalau ingin pembangunan dan pariwisata berkembang tidak ada lain kuncinya harus ada konektifitas wilayah melalui jalur transportasi darat, udara dan laut harus terbuka," tandas wabup.(EZ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com